Breaking News:

Sekda Sintang Harap Pembangunan Tanggul Intens Disosialisasikan ke Masyarakat 

Meski menyambut baik, Yosepha memberikan sejumlah catatan kepada Tim Tanggap Darurat Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Su

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Foto Prokopim Setda Sintang
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah menyambut baik rencana pembangunan tanggul penahan banjir dengan geotube dan geobag sebagai langkah darurat dalam menghadapi puncak La Nina yang diprediksi BMKG terjadi pada Desember 2021 sampai dengan Februari 2021. Jumat 26 November 2021.

Meski menyambut baik, Yosepha memberikan sejumlah catatan kepada Tim Tanggap Darurat Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

“Ini kegiatan yang baru, belum pernah ada di tempat kita. Karena baru, maka nama-nama barangnya juga baru seperti geobag. Mungkin bahasa kita di sini tanggul," ujarnya.

"Kami tentu menyambut baik program pemasangan geobag ini dengan beberapa catatan seperti melakukan sosialisasi ke berbagai stakeholder termasuk tokoh-tokoh masyarakat. Karena pemasangan geobag ini akan memakan separuh badan jalan,” harap Yosepha.

TAK MAU Tangani 2 Bencana Sekaligus, Saragih Minta PUPR Kaji Bangun Tanggul Cegah Banjir di Sintang

Yosepha menilai, maksud Kementrian PUPR memasang geobag-geotube  baik dalam rangka meminimalisir ketika terjadi banjir besar sebagai dampak La Nina.

Hanya saja, perlu lebih massif disosialisasikan kepada masyarakat. Sebab, masyarakat Sintang selama ini sangat erat hubungannya dengan sungai.

“Daerah sungai inikan menjadi salah satu lokasi untuk mencari penghasilan oleh beberapa warga kita. Banyak masyarakat yang memanfaatkan sungai ini. Misalnya apakah perlu dikasi tangga untuk mereka turun naik ke sungai. Kami juga minta pendampingan jika terjadi banjir besar lagi. Saat banjir besar, kami harap tim dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I bisa hadir disini supaya kalau ada apa-apa dengan geobag yang dipasang ini, bisa langsung mengatasinya bersama-sama Pemkab Sintang,” ujar Yosepha.

Menurutnya,  pemasangan tanggul ini tidak mungkin ditolak, karena akan segera dimulai dan ini solusi jangka pendek untuk mengantisipasi prediksi BMKG yang menyebutkan tingginya potensi hujan di wilayah Sintang hingga Februari 2022 mendatang.

“Minimal sosialisasikan, jangan terlalu terburu-buru, daripada nanti justru mendapatkan hambatan penolakan dari masyarakat. Masih ada waktu paling tidak 1 minggu. Solusi jangka menengahnya adalah normalisasi sungai, pembangunan waduk, dan mengeruk danau-danau untuk menampung air,” kata Yosepha. (*)

[Update informasi Seputar Kabupaten Sintang]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved