Breaking News:

Bupati Sambas Bentuk Kampung Zero Pengangguran di Daerah Pariwisata

program itu mereka mendorong agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia bisa diberdayakan di pelbagai lokasi wisata di Kabupaten Sa

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Prokopim Setda Kabupaten Sambas
Bupati Sambas, Satono saat melakukan presentasi dalam lomba kepala daerah inovatif kategori Kabupaten dan Kota 2021 yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Dalam Negeri (Balitbang Kemendagri) di Jakarta Pusat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Satono mengatakan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Sambas telah membuat Kampung Zero Pengangguran di Kecamatan Jawai Selatan, dengan menggali potensi wisata Pantai Bahari Jawai Selatan yang dikelola BUMDes dan Pokdarwis.

"Pertama ada taman wisata bahari di Kecamatan Jawai yang dikelola oleh BUMDES dan Pokdarwis, pendampingan Disparpora dengan tema kampung zero pengangguran," katanya, Jumat 26 November 2021.

Kata dia, pada program itu mereka mendorong agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia bisa diberdayakan di pelbagai lokasi wisata di Kabupaten Sambas.

Bupati Satono Paparkan Inovasi Kabupaten Sambas di Kemendagri

“Kita mendorong bagaimana PMI yang pulang dari Malaysia ini diberdayakan sehingga mengurangi pengangguran yang ada," katanya.

"Ketika saya ke Jawai Selatan, bertanya bagaimana kondisi masyarakat setelah kembali dari luar negeri, mereka ternyata betah, karena jelas pemasukannya. Dan mampu menutupi biaya hidup dan biaya sekolah anak mereka,” tutur Satono.

Selain itu, mereka juga mendorong kegiatan Festival Pesisir Paloh (Fespa) yang mana tujuannya adalah meningkatkan minat dan frekuensi kunjungan wisatawan ke Desa Temajuk, Paloh.

Selama ini kata dia, keindahan Temajuk sebagai surga di ekor Borneo kurang terekspose. Padahal potensinya tidak kalah dengan Bali dan objek wisata di Pulau Jawa lainnya.

“Pantai Temajuk itu indah sekali, tapi sayang berlum terekspose maksimal, beberapa waktu lalu saya sampaikan langsung ke Menparekraf, Pak Sandiaga Uno, untuk datang ke Sambas. Karena kami di perbatasan paling utara dari Pontianak, jarang sekali dikunjungi pejabat tinggi,” tegasnya.

Bupati Satono mengatakan, fasilitas umum seperti infrastruktur jalan dan listrik juga menjadi kendala utama di Desa Temajuk. Karenanya, hal itu berdampak besar bagi dunia pendidikan anak selama masa pandemi Covid-19 karena tidak ada listrik, anak-anak sekolah kesulitan belajar daring.

"Dalam event Fespa pemerintah juga berupaya melestarikan keanekaragaman hayati seperti melepas anak penyu (tukik) dari penangkaran. Sebab, sepanjang bibir pantai di Paloh adalah habitat penyu untuk bertelur," tutupnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved