Prakiraan Cuaca

PERINGATAN DINI BMKG Cuaca Ekstrem Hari Ini, Daftar Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Angin Kencang

BMKG memprediksi cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang karena adanya Ex-Siklon Tropis “PADDY”.

Penulis: Syahroni | Editor: Syahroni
TRIBUN PONTIANAK
Update Prakiraan Cuaca Wilayah Indonesia serta Waspada Cuaca Ekstrem Hari Ini Kamis 25 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejumlah daerah hari ini diprediksi akan dilanda cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang.

BMKG telah megeluarkan peringata dini terhadap sebaran wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem tersebut.

Harap selalu mewaspadai potensi bencana yang ada ketika adanya cuaca ekstrem.

Selain potensi banjir, tanah longsor harus diperhatikan.

Terlebih bagi Anda yang tinggal didaerah perbukitan.

Dalam rilisnya BMKG menyebutkan sekitar 24 wilayah akan berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

BMKG memprediksi cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang karena adanya Ex-Siklon Tropis “PADDY”.

Harap waspadai adanya potensi cuaca ekstrem tersebut.

Melansir situs resmi BMKG, Ex-Siklon Tropis “PADDY” terpantau di Samudra Hindia selatan Banten dengan kecepatan angin maksimum berangsur melemah bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia.

Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudra Hindia barat daya Sumatera yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudra Hindia barat daya Sumatera.

Potensi dalam 24 jam kedepan untuk menjadi siklon tropis yakni rendah.

Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Natuna dan di perairan utara Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Kalimantan Barat, di Kalimantan Utara dan di Laut Natuna serta daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di perairan Utara Halmahera.

PERINGATAN DINI Cuaca Ekstrem Wilayah Indonesia Hari Kamis 25 - Jumat 26 November 2021 Besok

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di perairan Barat Sumatera, Sumatera Utara, dari Semenanjung Malaysia hingga Selat Malaka, dari Perairan Barat Sumatera Barat hingga Bengkulu, dari Selat Karimata hingga Kalimantan Tengah, di perairan Selatan Nusa Tenggara Barat, dari Laut Jawa hingga Selat Makassar, dari Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah, di Nusa Tenggara Timur dan di Papua.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Banten, di DKI Jakarta, di Laut Jawa bag Barat, di Sulawesi Utara, di Maluku, di Papua Barat, dan di Jawa Tengah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved