Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 23 November Santa Felisitas St Paus Klemens I St Kolumbanus & Beato Mikhael Pro

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

katakombe.org
Santa Felisitas dari Roma. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik hari ini 23 November 2021.

Orang kudus Katolik pada 23 November merayakan Santa Felisitas dari Roma, Santo Paus Klemens I, Santo Kolumbanus dan Beato Mikhael Agustinus Pro.

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

1. Santa Felisitas dari Roma

Felisitas adalah seorang wanita Kristen bangsawan dari Roma.

Ia hidup pada abad kedua. Sesudah suaminya meninggal dunia, Felisitas mengabdi pada Tuhan dengan berdoa dan melakukan karya belas kasihan.

Teladan baiknya menghantar banyak orang untuk menjadi Kristen pula.

Hal ini menyebabkan imam-imam kafir amat marah dan melaporkannya kepada Kaisar Antonius Pius.

Mereka mengatakan bahwa Felisitas adalah musuh negara oleh sebab ia membuat dewa-dewa murka.

Maka, kaisar memerintahkan agar Felisitas ditangkap.

Tujuh orang pemuda ditangkap bersamanya. Mereka adalah ketujuh putera Felisitas.

Seperti ibu dalam Kitab Makabe dalam Perjanjian Lama, Felisitas tetap tenang.

Gubernur sia-sia saja membujuknya untuk mempersembahkan korban kepada para dewa.

Akhirnya Gubernur berseru, “Perempuan celaka!

Jika engkau ingin mati, matilah! Tetapi, janganlah engkau membinasakan anak-anakmu pula.”

“Putera-puteraku akan hidup selama-lamanya jika mereka, seperti saya, mengutuk dewa-dewa berhala dan mati bagi Tuhan,” jawab Felisitas.

Wanita yang gagah berani ini dipaksa menyaksikan putera-puteranya dihukum mati.

Seorang mati dicambuk, dua orang didera dengan tongkat, tiga orang dipenggal kepalanya dan seorang lagi tewas ditenggelamkan.

Tujuh orang Martir putera - putera Santa Felisitas yang gagah berani itu adalah :

St. Alexander

St. Vitalis

St. Martialis

St. Januarius

St. Felix

St. Filipus

St. Silvanus

Empat bulan kemudian, Felisitas juga dihukum pancung.

Kekuatannya yang luar biasa itu bersumber pada pengharapannya yang besar akan kehidupan kekal kelak bersama Tuhan dan putera-puteranya di surga.

Dapat dikatakan, St. Felisitas wafat dimartir delapan kali, sebab ia harus menyaksikan satu demi satu puteranya wafat dimartir hingga akhirnya ia sendiri mempersembahkan nyawanya juga bagi Yesus.

Arti Nama

Kebahagiaan (Latin).

Variasi Nama

Felicity (English), Felicitas, Felizitas (German), Felicitás, Zita (Hungarian), Felìcita (Italian).

Felicitas (Late Roman), Felicyta, Zyta (Polish), Felicidade (Portuguese), Felicidad (Spanish)

2. Santo Paus Klemens I

ILUSTRASI - St. Clement I striking the Rock - by Bernardino Fungai, 1450-1516.
ILUSTRASI - St. Clement I striking the Rock - by Bernardino Fungai, 1450-1516. (katakombe.org)

Santo Paus Klemens I lahir di Roma pada sekitar tahun 30.

Ayahnya bernama Faustinianus, adalah seorang senator Romawi, yang bersahabat baik dengan beberapa kaisar Roma Vespasianus, Titus, dan Domitianus.

Menurut Tertulianus, Klemens ditahbiskan menjadi uskup oleh Santo Petrus sendiri dan tak dapat disangsikan bahwa ia bertemu, dan bekerja sama dengan rasul-rasul dalam penyebaran Injil Kristus.

Yang jelas Klemens adalah Paus ketiga yang menggantikan Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja Kristus antara tahun 88-97.

Paus Klemens I rupanya adalah Klemens yang disebut-sebut oleh Santo Paulus di dalam suratnya kepada Umat di Filipi :

". . Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam perkara Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan" (Flp 4:3).

Kepemimpinan Klemens atas Gereja Kristus tidak luput dari berbagai penderitaan.

Ia menjadi Paus pada masa penganiayaan orang-orang Kristen oleh Kaisar Domitianus.

Kaisar ini menyebabkan banyak kesengsaraan bagi orang–orang Kristen di Roma, dan di seluruh wilayah kekaisarannya.

Pada masa kepausannya terjadi pertikaian diantara jemaat Kristen di Korintus.

Sebagian umat menerima dan sebagian yang lain tidak mau menerima dan menghormati uskup mereka yang telah ditahbiskan dan diangkat secara sah.

Sehubungan dengan peristiwa itu, Klemens menulis sepucuk surat kepada umat di Korintus.

Salah satu kutipan surat itu sebagai berikut:

"Saudara-saudara... ! Berita tentang kehidupan seranimu sangat buruk dan menyedihkan untuk didengar.

Tidaklah layak cara hidup seranimu, bahwa kamu yang terkenal kokoh dalam iman akan Yesus Kristus, melawan imam-imammu yang telah ditahbiskan secara sah untuk melayani kamu, karena hasutan satu-dua orang.

Ingatlah akan ajaran Cintakasih Kristus: cintakasih itu tidak terbagi; cintakasih tidak menghidupkan dan menggerakkan keributan dan pertentangan; cintakasih membuat segala sesuatu dalam perdamaian.

Jadi kamu yang telah meletakkan dasar pemberontakan itu, tunduklah kepada imam-imam dengan patuh dan terimalah hukuman sebagai tapa.”

Surat ini merupakan surat pertama Klemens yang memperlihatkan campur tangan seorang Uskup Roma terhadap masalah di keuskupan lain.

Isinya menyangkut ajaran mulia perihal rahasia Tuhan dan cinta kasih antara umat.

Surat itu diterima baik oleh umat Korintus dan dijadikan bacaan ibadat sebagai surat seorang “rasul” selama beberapa kali di dalam gereja.

Ketika penganiayaan atas umat Tuhan makin meningkat, Paus Klemens tertangkap dan dibuang untuk menjalani kerja paksa di semenanjung Crimea.

Sebuah legenda pada awal abad ke-4 mengisahkan bahwa ketika Santo Klemens tiba di sebuah tambang batu di Krimea, ia menemukan para tahanan sangat menderita karena kekurangan air.

Ia berlutut dan berdoa. Selesai berdoa ia mendongak, dan melihat seekor anak domba di atas bukit.

Ia pergi ke tempat dimana domba itu berdiri dan memukul tanah dengan pangkurnya.

Air jernih mengalir dari tanah tersebut hinggga semua tahanan dapat minum.

Mujizat ini membuat sejumlah besar tahanan kafir bertobat dan menjadi Kristen.

Santo Klemens menjadi martir dengan cara diikat pada sebuah jangkar dan dilemparkan dari sebuah perahu ke Laut Hitam.

Arti Nama

Penuh belas kasih, lembut, Penyayang (Latin).

Variasi Nama

Kliment (Bulgarian), Klement (Czech), Klemens (Danish), Clément (French), Clemens, Klemens (German).

Kelemen (Hungarian), Clemente (Italian), Clemens, Clementius (Late Roman), Kliment (Macedonian).

Klemens (Polish), Kliment, Klim (Russian), Klement (Slovak), Klemen (Slovene), Clemente (Spanish), Klemens (Swedish), Kliment, Klim (Ukrainian)

Bentuk Pendek

Clem

Bentuk Feminim

Clemence (English), Klementina, Klementia (Indonesian)

3. Santo Kolumbanus

Crypt of Saint Columbanus - Biara San Colombano di Bobbio, Emilia-Romagna, Italia.
Crypt of Saint Columbanus - Biara San Colombano di Bobbio, Emilia-Romagna, Italia. (katakombe.org)

Kolumbanus adalah seorang biarawan dan misionaris dari Irlandia yang hidup pada abad ketujuh.

Semasa kanak-kanak ia mengenyam pendidikan yang baik.

Ketika remaja, ia memutuskan untuk menjadi seorang biarawan.

Ibunya yang sangat mencintainya sangat tidak rela puteranya ini akan meninggalkannya.

Namun demikian, Kolumbanus merasakan panggilan yang amat kuat untuk melayani Tuhan dalam keheningan sebuah biara.

Setelah bertahun-tahun menjadi seorang biarawan di Irlandia, Kolumbanus dan duabelas biarawan lainnya bersiap untuk berlayar menjadi misionaris ke Perancis.

Ada kekurangan tenaga imam di sana.

Umat Perancis terinspirasi oleh cara hidup orang-orang kudus ini.

Para biarawan hidup dalam matiraga, devosi dan belas kasih.

Banyak pemuda tertarik pada cara hidup yang saleh ini.

Mereka datang dan mohon bergabung dengan para biarawan.

Segera saja para biarawan membangun biara-biara lain sebagai tempat tinggal segenap pengikut St Kolumbanus.

Tetapi, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa peraturan-peraturan biarawan ini terlalu keras.

St Kolumbanus memang merupakan seorang yang teguh pendiriannya.

Ia bahkan dengan berani memperingatkan raja Theoduric II atas tingkah lakunya yang tidak bermoral, gemar berpesta-pora dan memelihara banyak gundik-gundik.

Raja menjadi murka lalu memerintahkan pasukannya untuk menangkap dan memenjarakan St. Kolumbanus.

Tapi kepala pasukan yang dikirim raja sangat menghormati orang suci ini.

Ia justru membiarkan St.kolumbanus bersama para biarawan Irlandia lainnya melepaskan diri dan pergi meninggalkan Perancis menuju Swiss.

St. Kolumbanus, meski telah cukup tua, namun ia masih berusaha mewartakan kabar gembira kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan saaat ia tinggal di Swiss.

Ketika usianya telah tujuh puluh tahun, ia pergi ke Italia dan berjuang membela iman Kristiani melawan serangan bidaah Arian.

Dalam surat-suratnya kepada Bapa suci Paus St.Bonifasius IV, St. Kolumbanus memaklumkan bakti setianya kepada Tahta Suci.

“Kami semua orang Irlandia, yang tinggal di bagian dunia yang paling jauh,” tulisnya, “Kami terikat kepada Tahta Suci St. Petrus.” Ia menyebut paus sebagai “pemimpin dari para pemimpin.”

Di tahun-tahun akhir hidupnya, St Kolumbanus membangun sebuah biara besar di Bobbio, Italia.

Ia wafat di sana pada tanggal 23 November 615.

Setelah wafatnya, banyak orang Irlandia maupun orang Italia membaktikan diri dan melanjutkan karya misioner St. Kolumbanus yang mengagumkan ini.

Arti Nama

Berasal dari bahasa Irlandia Kuno; Colum= "Burung Merpati" dan Bán = "Putih"

Variasi Nama

Columbanus (English), Koloman (Czech), Coleman, Columbine (English), Colombe (French).

Kolman, Koloman (German), Colm, Colum, Columban, Coleman, Colmán (Irish), Colomba, Colombano, Colombo, Colombina (Italian), Cailean, Calum, Callum (Scottish), Koloman (Slovak).

4. Beato Mikhael Agustinus Pro

Beato Mikhael Agustinus Pro.
Beato Mikhael Agustinus Pro. (katakombe.org)

Beato Mikhael Agustin Pro SJ dilahirkan di Guadalupe, Meksiko pada tahun 1891.

Nama lengkapnya adalah José Ramón Miguel Agustín Pro Juárez.

Beliau merupakan seorang martir dari abad kedua puluh yang tewas dalam penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintah Meksiko terhadap Gereja yang dimulai pada tahun 1911.

Miguel menjalani masa novisiat di Biara Serikat Yesus pada tahun 1911.

Waktu itu ia seorang pemuda berusia dua puluh tahun, murah hati, pemberani serta penuh semangat.

Tahun 1914 gelombang penganiayaan dari pemerintah yang anti Gereja semakin hebat hingga para novisiat Jesuit terpaksa diungsikan.

Mereka dikirim ke seminari-seminari di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Frater Pro diungsikan ke Los Gatos, California Amerika Serikat.

Kemudian pergi melanjutkan studinya di Granada, Spanyol (1915-1919), dan kemudian ke Nikaragua (1919-1922).

Mikael kemudian menyelesaikan pendidikan imamnya di Belgia dan ditahbiskan pada tahun 1926.

Kesehatan imam muda ini tidak begitu baik.

Ia sering mengalami sakit perut berkepanjangan.

Namun hal ini tidak menyurutkan niatnya untuk pulang dan melayani umat di negara asalnya yang saat itu hidup dalam penindasan.

Padre Pro tiba di Mexico pada tanggal 8 Juli 1926.

Kepulangannya ke Meksiko merupakan sukacita di satu pihak dan derita di lain pihak.

Ia melihat bagaimana rakyat ditindas oleh pemerintah yang seharusnya melayani mereka.

Mexico saat itu dipimpin oleh Presiden Plutarco Elías Calles yang sangat anti Katolik.

Ia memberlakukan peraturan yang disebut “Hukum Calles” yang memberikan hukuman khusus tanpa pengadilan bagi para imam Katolik yang mengkritik pemerintah (lima tahun penjara).

Bahkan memenjarakan siapa saja yang mengenakan pakaian klerikal di luar gereja.

Banyak Gereja ditutup dan para imam dikejar-kejar dan ditangkap.

Biara-biara disegel dan para suster dipaksa untuk meninggalkan kaul mereka dengan menikah.

Padre Pro terpaksa melayani Gereja dan umatnya secara sembunyi-sembunyi.

Dengan hati-hati ia merayakan Ekaristi secara sembunyi-sembunyi dan melayani sakramen-sakramen lain untuk kelompok-kelompok kecil umat Katolik.

Ia juga banyak menulis surat gembala untuk menguatkan iman umat yang sedang dalam penindasan itu.

Surat-surat tersebut biasa ditanda-tanganinya dengan nama samaran “Cocol”.

Padre Miguel sangat pintar menyamar. Ia menyelinap keluar masuk bangunan dan ruangan dan kehidupan.

Ia selalu saja nyaris tertangkap, ketika kemudian tiba-tiba ia menghilang.

Pro dengan tabah dan berani tetap melaksanakan pelayanan imamatnya hingga akhirnya ia tertangkap pada bulan November 1927.

Ia kemudian dijatuhi hukuman mati tanpa melalui proses pengadilan.

Presiden Calles yang kejam mendokumentasikan dengan cermat proses hukuman mati padre Pro untuk mempublikasikannya pada surat kabar di seluruh Mexico.

Pada tanggal 23 November 1927 Padre Pro digiring dari selnya tempat eksekusi.

Sejenak Ia berhenti didekat para tentara anggota regu penembak dan memberkati mereka.

Permintaan terakhirnya agar diperbolehkan untuk berlutut dan berdoa dikabulkan; dan ia pun berdoa dengan sangat khusuk.

Saat detik-detik eksekusi tiba; Padre Miguel menolak memakai penutup mata.

Ia memilih menghadapi para algojo dengan mata terbuka.

Padre Pro merentangkan kedua tangannya seperti Kristus saat disalibkan; sebuah salib digenggamnya di satu tangan dan sebuah rosario di tangan lainnya.

Dalam posisi ini ia berseru: "Semoga Tuhan mengampuni Anda! Semoga Tuhan memberkati Anda!

Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah!

Dengan sepenuh hati saya mengampuni musuh-musuh saya!".

Sesaat sebelum peluru menerjang tubuhnya; Padre Pro kembali berseru dengan lantang:

"Viva Cristo Rey!" (Hidup Kristus Raja).........; dan senapan para algojo pun menyalak.

Tubuh martir Kristus ini pun rubuh bermandikan darah; namun ia belumlah meninggal dunia.

Untuk memastikan kematiannya, seorang algojo lalu menembak dahinya dari jarak dekat.

Presiden Calles melarang upacara pemakaman seperti biasanya bagi Pastor Pro.

Ia bahkan mengancam akan menghukum siapa saja yang menghadiri pemakaman imam tersebut.

Meskipun begitu, tercatat lebih dari 40.000 orang umat mengikuti prosesi pemakaman Padre Pro dan 20.000 lainnya menunggu di pemakaman.

Mereka berdiri sambil berdoa dalam hati, mengucap syukur kepada Tuhan oleh karena hidup dan kesaksian Padre Miguel Agustin Pro.

Pastor Pro dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 September 1988.

Arti Nama

Mikhael berasal dari nama Ibrani מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti: "Siapakah yang seperti Allah?"

Variasi Nama

Micheal (English), Mikael (Swedish), Mikael, Mikkel (Norwegian), Mikael, Mikkel (Danish).

Maikel, Michaël, Michiel (Dutch), Michal (Czech), Mikhael (Biblical Greek), Mikha'il (Arabic).

Mikel, Mitxel (Basque), Mikha'el (Biblical Hebrew), Mihail, Mikhail (Bulgarian), Miquel (Catalan).

Myghal (Cornish), Mihael, Mihajlo, Mihovil, Miho, Mijo (Croatian), Miĥaelo, Mikelo, Miĉjo (Esperanto).

Mihkel (Estonian), Mikael, Mika, Mikko, Miska (Finnish), Michel, Michaël, Mickaël (French).

Mikheil, Misho (Georgian), Michail, Michalis, Mihail, Mihalis (Greek), Mikala (Hawaiian), Mikha'el (Hebrew).

Mihály, Miksa, Misi, Miska (Hungarian), Mícheál (Irish), Michele (Italian), Mihails, Miķelis (Latvian).

Mykolas (Lithuanian), Mihail (Macedonian), Mikaere (Maori), Michel (Medieval French), Michał (Polish).

Miguel, Miguelito (Portuguese), Mihai, Mihail, Mihăi ă (Romanian), Michail, Mikhail, Misha (Russian).

Mihkkal (Sami), Mìcheal, Micheil (Scottish), Mihailo, Mihajlo, Mijo (Serbian), Michal (Slovak).

Mihael, Miha (Slovene), Miguel, Miguelito (Spanish), Mikhailo, Mykhailo, Mykhaylo, Mykhail (Ukrainian), Meical (Welsh).

Bentuk Pendek

Mick, Mickey, Micky, Mike, Mikey (English), Michel, Michi (German), Mick (Dutch).

Bentuk Feminim

Michaela, Mikki, Makayla, Mckayla, Michayla, Mikayla, Mikhaila (English), Michaela, Michi (German).

Michaela, Mikaela (Swedish), Mikaela (Norwegian), Mikaela, Mikkeline (Danish), Michaela, Michala (Czech).

Sumber: katakombe.org

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved