DAMPAK BANJIR Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sekadau Menurun

Namun setelah dilanda banjir yang mengakibatkan sejumlah wilayah terendam dan sempat terputusnya akses transportasi darat, kini Kabupaten Sekadau bera

TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dampak bencana alam banjir yang melanda Kabupaten Sekadau sejak sebulan terakhir, percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sekadau menurun, Senin 22 November 2021.

Diketahui sebelumnya Kabupaten Sekadau berada pada urutan ketiga se-Kalbar dalam tingkat percepatan vaksinasi Covid-19.

Namun setelah dilanda banjir yang mengakibatkan sejumlah wilayah terendam dan sempat terputusnya akses transportasi darat, kini Kabupaten Sekadau berada pada urutan kelima se-kalimantan Barat dalam hal percepatan vaksinasi Covid-19.

Urutan kelima itu dibawah, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sanggau, dengan total vaksinasi di Kabupaten Sekadau, 48,17 persen dari target yang ditetapkan.

Bagikan Sembako Kepada Korban Banjir, Polres Sekadau Gandeng Saka Bhayangkara

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan percepatan vaksinasi itu memang menurun karena selama banjir, tenaga kesehatan juga membagi fokus pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak banjir di posko-posko pengungsian. Sementara vaksinasi Covid-19 dilaksanakan secara door to door.

Namun saat ini dengan berangsur surutnya banjir. Maka Dinas Kesehatan kembali mempercepat dan memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19.

"Saat ini kita punya 21000 dosis vaksin, setiap hari paling tidak 200 dosis per puskesmas kita targetkan," kata Henry Alpius.

Harapannya dengan jumlah vaksin tersebu, capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sekadau pada akhir November bisa mencapai 50 persen dari total masyarakat di Kabupaten Sekadau.

Dikatakan Henry, meskipun nantinya capaian vaksinasi sudah 50 persen, bukan berarti sudah aman tetapi setengah dari masyarakat kita sudah terlindungi.

Ia berharap dalam percepatan ini Camat dan Pemdes bisa berkerjasama dengan puskesmas untuk mendorong vaksinasi di desa-desa yang capaiannya rendah.

Selain itu pendisiplinan protokol kesehatan 5M juga diharapkan dapat terus dilakukan. Protokol kesehatan 5M itu diantaranya wajib menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak antar individu, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Diketahui banjir sudah melanda Kabupaten Sekadau sejak 23 Oktober 2021, dengan 6 kecamatan dari 7 kecamatan terdampak dan ada 19000 lebih jiwa yang terdampak, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah masing-masing.

Sementara dalam satu pekan terakhir banjir mulai surut dan aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan normal. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved