Contoh Pidato Serah Terima Pengantin Pria Kepada Keluarga Pengantin Wanita, Lengkap dengan Dalil

Seperti pelaksanaan serah terima yang dilangsung oleh pihak keluarga pria dan wanita.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/DAVID NURFIANTO
Penyuluh Pernikahan Kantor Urusan Agama (KUA) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kecamatan Sungai Ambawang, Abdurrohman (Kiri) usai Sidang Isbat Nikah Terpadu yang diselenggarakakan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kubu Raya di Kantor Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Jumat 15 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelaksanaan pernikahan biasanya melalu sejumlah rangkaian.

Mulai dari rangkaian pernikahan ijab qobul hingga acara-acara yang menjadi tradisi dalam suatu wilayah.

Seperti pelaksanaan serah terima yang dilangsung oleh pihak keluarga pria dan wanita.

Berikut ini merupakan contoh penyampaian sertah terima mulai dari moqoddimah hingga akhir.

Dalam penyampaiannya ini cenderung secara Islami.

Namun juga dibubuhi dengan pantun-pantun yang berbau tradisi dalam masyarakat.

Naskah serah terima pengantin pria ini dikutip dari berbagai sumber lengkap dengan dalil-dalil pernikahan Hadits dan Al-Quran.

RIA RICIS Sedekahkan Seluruh Uang Amplop Hasil Dari Pernikahannya Hingga Semua Hartanya ?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Qaalallahu ta’ala fil qur’anil karim: 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujarat, 13)

Qaala nabiyyu Salallahu alaihi wassalam:

 يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” (Muttafaq Alaihi).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved