DPRD Serahkan Bantuan Korban Banjir ke Pemda Kapuas Hulu
Kuswandi menyatakan, bantuan korban banjir yang diserahkan ke Pemerintah Kapuas Hulu ini hasil dari sumbangan Anggota DPRD Kapuas Hulu secara sukarela
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - DPRD Kapuas Hulu telah menyerahkan bantuan sembako korban banjir ke pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, untuk disalurkan ke masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kapuas Hulu.
Penyerahan bantuan korban banjir tersebut langsung Ketua DPRD Kapuas Hulu Kuswandi didampingi Wakilnya Hairuddin, dan perwakilan Sekretariat DPRD Kapuas Hulu, diterima oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, didampingi juga Sekretaris Daerah Kapuas Hulu H Mohd Zaini, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Sabtu 20 November 2021.
Kuswandi menyatakan, bantuan korban banjir yang diserahkan ke Pemerintah Kapuas Hulu ini hasil dari sumbangan Anggota DPRD Kapuas Hulu secara sukarela.
• Wabup dan Sekda Tinjauan Pelaksanaan Seleksi SKB CPNS di Kapuas Hulu
"Bantuan yang kami serahkan ini berupa, Beras ada sebanyak 1250 kg, Mie Instan 100 dus, Sarden 720 kaleng, dan Biskuit 7 dus," ujarnya.
Kuswandi berharap, bantuan korban ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
"Semoga bencana banjir di wilayah Kapuas Hulu segera berangsur surut," ungkapnya.
Berdasarkan data dari BPBD Kapuas Hulu, pada Sabtu 20 November 2021, kondisi banjir di wilayah Kapuas Hulu masih berlangsung di 10 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di Kapuas Hulu.
Dari beberapa kecamatan, air masih naik 2-3 cm karena kondisi hujan masih terjadi di wilayah Kapuas Hulu, seperti kecamatan Batang Lupar, Semitau, Suhaid, dan Selimbau.
Adapun kecamatan yang sudah mulai berangsur surut dari 2-20 cm seperti, Jongkong, Silat Hilir, Embaloh Hilir, Badau, Bunut Hilir dan Embaloh Hulu. Untuk Kecamatan Pengkadan sudah tidak terdampak banjir lagi.
Sedangkan 10 kecamatan yang masih terendam atau terdampak banjir yaitu, Kecamatan Silat Hilir ada 5,764 jiwa (1.843 KK), Selimbau sebanyak 6.107 jiwa (1.895 KK), Semitau ada 4.970 jiwa (1.760 KK), Suhaid sebanyak 6.583 jiwa (2.32 KK), Batang Lupar ada 1.283 jiwa (380 KK), Jongkong sebanyak 5.538 jiwa (1.592 KK), Badau ada 967 jiwa (303 KK), Embaloh Hulu sebanyak 213 jiwa (213 KK), Embaloh Hilir ada 6.245 jiwa (1.866 KK), dan Bunut Hilir sebanyak 4.915 jiwa (1.621 KK).
Jadi total masyarakat Kapuas Hulu di 10 Kecamatan yang terdampak banjir ada sebanyak 42.585 jiwa atau 13.794 KK. Sedangkan empat kecamatan yang terdampak tinggi akibat banjir yaitu, Batang Lupar, Selimbau, Suhaid, dan Semitau.
Kebutuhan mendesak saat ini bagi masyarakat yang terdampak banjir di 10 kecamatan tersebut yaitu, air bersih, logistik dan sarana dan prasarana evakuasi seperti perahu.
Sedangkan untuk kondisi banjir berdasarkan pantauan dari BPBD Kapuas Hulu, dibeberapa titik lokasi banjir ketinggian air rata-rata 1 m hingga 2,5 meter, sesuai tinggi permukaan lokasi banjir di masing-masing kecamatan dari tanggal 3- 20 November 2021, disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Hampir semua pemukiman di pinggir sungai kapuas terendam banjir dengan ketinggian 50 cm sd 100 cm dari lantai rumah, dan ada juga untuk saat ini sebagian desa dari 10 kecamatan debit air berkurang atau surut.
Kemudian data sementara masyarakat yang terdampak banjir sedang mengungsi yaitu, Kecamatan Silat Hilir berada di Desa Pangeran lokasi Perpustakaan Desa Pangeran ada sebanyak 1 KK.
Ada juga beberapa warga mengungsi ke rumah warga yang memiliki rumah lantai dua. Terakhir di Desa Baru Kecamatan Silat Hilir, beberapa warga mengungsi ke rumah warga yang memiliki rumah dua lantai sebanyak 42 KK. (*)
Update Informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dprd-kapuas-hulu-kuswandi-didampingi.jpg)