Dinkes Lakukan Diseminasi Hasil PSG Balita, Angka Stunting di Pontianak Sangat Baik
Kalau berdasarkan hasil survei pemantauan gizi yang disampaikan hari ini prevalensi stunting di kota Pontianak pada balita di posisi 12,4 persen
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, PONTIANAK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertemuan Diseminasi hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Balita di Kota Pontianak tahun 2021, di aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Kamis 18 November 2021.
Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa OPD lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa survey gizi yang dilakukan merupakan suatu bagian dari delapan aksi dalam rangka mengkonfrensi stunting untuk mengetahui perkembangan atau tingkat prevalensi status gizi balita di kota Pontianak.
Delapan tahapan aksi tersebut ialah pertama tentang analisa situasi dan pemetaan program stunting, kedua, rencana kegiatan, ketiga rembug stunting, keempat, peraturan walikota tentang peran kelurahan dalam percepatan penurunan stunting, kelima pembinaan kader pembangunan manusia (KPM), Keenam, sistem menajemen data stunting, dan ketujuh pengukuran dan publikasi data stunting, serta yang kedelapan tentang review kinerja tahunan PRG stunting.
• Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak Bersyukur Angka Stunting Menurun Hingga 2,7 Persen Pertahun
Menurutnya, jika dilihat dari hasil pemantauan status gizi banyak sumber sumber data gizi, ada elektronik PPGBM ada PSG yang di lakukan oleh pemerintah Kota Pontianak dan ada juga PSG yang dilakukan oleh kementerian kesehatan.
"Kalau berdasarkan hasil survei pemantauan gizi yang disampaikan hari ini prevalensi stunting di kota Pontianak pada balita di posisi 12,4 persen, " ujarnya.
Ia memaparkan dari besaran masalah gizi balita di Kota Pontianak dari hasil pemantauan status Gizi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tahun 2021 sudah berada di posisi hijau atau diangka yang sangat baik yaitu untuk Balita diusia 2-5 tahun pada tahun 2021 berada di angka 12,4 persen dan Baduta usia dibawah 2 tahun diangka 11,4 persen.
"Secara kumulatif prevalensi angka stunting balita di Kota Pontianak tahun 2021 ini berada di angka 12,4 persen, " katanya.
Sedangkan ia mengatakan jika dilihat dari target secara nasional yang ditargetkan 14 persen di tahun 2024, ia menerangkan Kota Pontianak saat ini sudah berada dibawah angka tersebut.
Menurut Kadiskes, stunting itu terjadi sebagian besar adalah 1000 hari kehidupan manusia, dimulai dari bayi dalam janin kandungan sampai dengan umur dua tahun.
Pada usia tersebut, yang memang kata dia, harus benar-benar dijaga keseimbangan gizinya.
"Oleh karena itu, dalam pencegahan stunting itu awalnya ketika pada posisi remaja putri anak masih sekolah SMA itu harus dicegah jangan sampai menderita anemia dan gizinya buruk. Karena mulai dari persiapan itu remaja putri akan menjadi ibu dari balita, " katanya.
Kemudian memasuki momen pengantin dsn memasuki ibu kandungan, sehingga ketika bayi dalam kandungan itu harus terus dimonitor apakah kandungannya dan status gizi bayi itu sehat atau tidak. Jika sudah diketahui sehingga nantinya jangan sampai menghasilkan bayi dengan panjang dibawah standar yaitu 48 cm.
"Jangan sampai ketika bayi lahir itu pendek, tapi ketika lahir harus normal, maka penanganannya nanti sampai umur 2 tahun.. Yang paling penting adalah anak usia 0-6 bulan itu juga harus diberikan asi ekslusif dalam artian diberikan air susu ibu, tidak boleh diberikan makanan lain. Kemudian umur 6 bulan sampai 1 tahun itu ada makanan pendamping Asi, selain diberi makanan asi harus diberikan makanan pendamping. Sedangkan Asi itu diberikan sampai umur 2 tahun, " paparnya.
Kemudian di umur 2 tahun keatas, makanannya sudah seperti orang dewasa dengan gizi seimbang.
"Maka harus dikontrol terus dan dibarengi dengan pemeriksaan kesehatan di posyandu seperti melakukan penimbangan dan memberikan imunisasi sehingga jika kekurangan gizi maka diketahui lebih awal dan lebih cepat ditangani, " pungkasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)