FKUB Landak Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama

Selain menggelar dialog, saat itu juga dilaksanakan Launching Desa Ngarak, Kecamatan Mandor Sebagai Desa Sadar Kerukunan Kabupaten Landak

Tayang:
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Alfon Pardosi
Kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Launching Desa Ngarak Kecamatan Mandor Sebagai Desa Sadar Kerukunan Kabupaten Landak Tahun 2021 di Aula Kantor Kemenag Landak pada Selasa 16 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Landak melaksanakan kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama di Aula Kantor Kemenag Landak pada Selasa 16 November 2021.

Selain menggelar dialog, saat itu juga dilaksanakan Launching Desa Ngarak, Kecamatan Mandor Sebagai Desa Sadar Kerukunan Kabupaten Landak Tahun 2021.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar Drs H Syahrul Yadi dan dibuka langsung oleh Bupati Landak dalam hal ini diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Sosial dan Politik Nikolaus SH.

Turut hadir juga Kepala Kemenag Landak Drs Mukhlis, Kepala Disporapar Landak Yosef, Anggota DPRD Landak, Ketua FKUB Landak Pdt Johan, Sekretaris FKUB Urbanus Spd, Forkopimcam Mandor, Para Tokoh Agama, dan Pimpinan Ormas Keagamaan.

Kapolres Landak Hadiri Sarasehan Aliansi Ormas Kabupaten Landak, Ini Pembahasannya

Staf Ahli Nikolaus pada saat membuka kegiatan menyampaikan sambutan Bupati Landak bahwa bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang majemuk dengan beragam suku, etnis dan agama.

Karena itu, kerukunan antar warga masyarakat harus dibina dengan baik dan berkesinambungan. "Toleransi dan kebersamaan menjadi nilai luhur dalam kebhinnekaan," ujar Nikolaus dikonfirmasi pada Rabu 17 November 2021.

Lanjutnya, kerukunan yang kita inginkan tidak bisa terwujud apabila kesejahteraan ekonomi, pendidikan, kesehatan masyarakat serta lingkungan hidup yang sehat tidak mendukung. Semua aspek kehidupan tersebut saling menopang satu sama lain.

Nikolaus juga menjelaskan bahwa masyarakat di tingkat grassroot (akar rumput) merupakan real basis (basis nyata), maka tokoh agama perlu menciptakan kerukunan umat beragama secara terus menerus.

Mewujudkan dan mengembangkan kerukunan yang harmonis, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan. "Tidak hanya menyangkut pemahaman agama yang benar, tetapi juga pendidikan yang memadai dan kesejahteraan ekonomi yang mencukupi," jelasnya.

Diera reformasi ini, ruang untuk menyampaikan pendapat sangat terbuka. sebagian masyarakat menyambut kebebasan berpendapat di negeri ini dengan penuh euforia. Sehingga terkadang melupakan batasan-batasan yang seharusnya tetap terjaga yaitu bhinneka tunggal ika dalam bingkai NKRI.

Terakhir dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama para tokoh agama dan para ormas, membangun dan menanamkan kembali pemahaman tentang wawasan kebangsaan, khususnya kepada generasi muda penerus bangsa.

"Demi menumbuhkan rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap negara, dan menghindari hasutan mau pun provokasi yang mengarah pada perpecahan serta gesekan-gesekan yang berbau sara," tutupnya.

Seusai menyampaikan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan dialog tentang kerukunan antar umat beragama oleh para tamu undangan dan peserta yang hadir. (*)

(Simak berita terbaru dari Landak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved