Breaking News:

Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 16 November Santo Eucherius, Santa Getrudis, Santa Margaretha dan Santo Othmar

Para orang kudus santo dan santa mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Hal itu mengantar mereka menjadi kudus.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO/KOLASE
Santo Eucherius dari Lyon, Santa Getrudis, Santa Margaretha dari Scotlandia dan Santo Othmar. 

Sekarang, suster Getrudis mulai belajar Kitab Suci dengat antusias.

Pengetahuannya tentang agama semakin luas.

Yesus sering menampakkan diri kepada suster Gertrudis.

Ia menunjukkan Hati-Nya yang Mahakudus.

Dua kali Yesus mengijinkan St. Getrudis mengistirahatkan kepalanya di Hati-Nya yang Mahakudus.

Oleh karena kasihnya yang amat besar kepada Yesus, Mempelai Ilahi-nya, suster Getrudis berusaha untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ia percaya kepada Yesus dengan segenap hati dan karenanya senantiasa dipenuhi rasa damai dan sukacita.

Getrudis mempunyai devosi yang mendalam kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus.

Ia senang sekali menerima Komuni Kudus sesering mungkin, meskipun pada masa itu, hal demikian masih belum lazim. Ia juga berdevosi kepada St. Yosef, bapa asuh Yesus.

Ia menulis banyak doa yang amat indah.

Setelah menderita sakit selama sepuluh tahun, akhirnya suster yang kudus ini tutup usia pada tanggal 17 November 1302 di Biara Susteran Benediktin Santa Maria di Helfta Saxony.

Arti Nama

Getrudis = "Spear of strength", "Adored Warrior", "Pejuang yang dihormati".

Variasi Nama

Gertraud, Gertrud (German), Geertruida, Gertruida (Dutch), Geretrudis, Gertrud (Ancient Germanic).

Kerttu (Finnish), Gertrúd (Hungarian), Geltrude (Italian), Gertruda (Polish), Gertrudes (Portuguese), Gertrudis (Spanish).

Bentuk Pendek

Gertie, Trudi, Trudie, Trudy (English), Trudi (German), Geertje, Gertie, Trudie, Trudy, Truus (Dutch).

3. Santa Margaretha dari Scotlandia

Margeretha adalah seorang Putri Kerajaan Inggris, cucu dari Raja Edmund Ironside.

Ia dilahirkan di tempat pengasingan di Hungaria pada tahun 1046.

Margaret dan keluarganya kembali ke Inggris pada tahun 1057, namun kembali menyelamatkan diri ke Skotlandia pada tahun 1066.

Raja Malcolm III dari Skotlandia menyambut dan memberikan perlindungan kepada mereka.

Raja kemudian jatuh cinta kepada putri yang cantik jelita itu.

Tak lama kemudian, pada tahun 1070 Margaretha dan Malcolm pun menikah.

Sebagai seorang ratu, Margaretha membawa banyak perubahan baik bagi suami dan negaranya.

Malcolm seorang yang baik, tetapi ia dan para anggota istananya amat kasar.

Ketika dilihat raja betapa bijaksana isterinya itu, raja bersedia mendengarkan nasehat-nasehat baik isterinya.

Margaret membantu raja untuk menguasai diri dan melatih keutamaan-keutamaan Kristiani.

Ia menjadikan istananya indah serta tahu sopan santun.

Raja dan ratu menjadi teladan yang mengagumkan, oleh karena cara mereka berdoa bersama serta cara mereka memperlakukan satu sama lain.

Mereka membagikan makanan kepada kaum miskin papa.

Mereka berdua berusaha keras untuk meneladani Yesus dalam hidup mereka.

Margaretha merupakan berkat bagi seluruh rakyat Skotlandia.

Sebelum ia datang, rakyat amat bodoh.

Banyak di antara mereka yang mempunyai kebiasaan buruk yang menghalangi mereka untuk dekat kepada Tuhan.

Margaretha berjuang keras mendapatkan guru-guru yang baik untuk membantu rakyatnya memperbaiki kebiasaan-kebiasaan mereka yang buruk itu.

Ia dan Raja Malcolm juga mendirikan banyak gereja baru.

Ratu senang menghiasi gereja-gerejanya dengan indah sebagai ungkapan rasa hormatnya kepada Tuhan.

Malahan, Ratu Margaretha sendiri yang menyulam sebagian jubah-jubah liturgi para imam.

Margaretha dan Malcolm dianugerahi enam putera serta dua puteri.

Mereka amat mengasihi putera dan puteri mereka.

Putera bungsunya kelak menjadi orang kudus, St.David. Tetapi, Margaretha mengalami saat-saat sedih juga.

Suaminya dan putra sulung mereka, Edward, tewas terbunuh didalam sebuah perang melawan Inggris di Pertempuran Alnwick pada tanggal 13 November 1093.

Empat hari kemudian pada tanggal 16 November 1093 Margaretha sendiri juga meninggal dunia.

Santa Margaret kanonisasi pada tahun 1250 oleh Paus Innosensius IV dan diakui atas kekudusan pribadinya, kesetiaan kepada Gereja, dan karya besarnya untuk reformasi pendidikan dan keagamaan.

Pada tanggal 19 Juni 1250, setelah dikanonisasi, jenazahnya dipindahkan ke gereja dalam Biara Dunfermline dan sebagian Relikwinya dipindahkan didekat altar.

Sayang sekali pada saat reformasi protestan Gereja ini beserta relikwi St.Margaretha di hancurkan.

Arti Nama

Berasal dari kata Latin: Margarita, yang aslinya berasal dari kata Yunani μαργαριτης (margarites) yang berarti “Mutiara”.

Variasi Nama

Margery, Margaretta, Marjorie, Marjory(English), Margarid, Margarit (Armenian), Margarita (Bulgarian).

Margareta (Croatian), Markéta (Czech), Margareta, Margit, Margrethe, Grete, Grethe, Margarethe, Merete, Meta, Mette, Rita (Danish).

Margareta, Margaretha, Margriet, Greet, Greetje, Griet, Margreet (Dutch), Maret (Estonian), Maarit, Margareta, Marketta, Margareeta, Reeta, Reetta (Finnish).

Marguerite, Margaux, Margot (French), Margarida (Galician), Margareta, Margarete, Margaretha, Margarethe, Greta, Gretchen, Grete, Gretel, Margrit, Meta, Rita (German).

Margaréta, Margit, Margita, Gréta, Rita (Hungarian), Margrét (Icelandic), Mairéad (Irish), Margherita, Rita (Italian).

Margarita (Late Roman), Margreet, Greet (Limburgish), Margarita (Lithuanian), Margaid, Paaie (Manx).

Meggy (Medieval English), Margareta, Margit, Margrete, Margrethe, Grete, Grethe, Marit, Marita, Meta, Mette, Rita (Norwegian).

MaƂgorzata, Marzena (Polish), Margarida, Rita (Portuguese), Margareta (Romanian), Margarita (Russian).

Maighread, Mairead, Maisie, Marsaili, Mysie, Peigi (Scottish), Margita, Markéta (Slovak), Margareta, Marjeta (Slovene).

Margarita, Rita (Spanish), Margareta, Margit, Greta, Marit, Marita, Märta, Merit, Meta, Rita (Swedish), Marged, Mererid, Mared (Welsh).

Bentuk Pendek

Madge, Mae, Maggie, Mamie, Marge, Margie, May, Meg, Mayme, Midge, Peg, Peggie, Peggy.

4. Santo Othmar

Santo Othmar hidup pada abad ke-tujuh.

Ia adalah seorang imam dan biarawan yang mendirikan Biara Benediktin Santo Gallus, di kota Saint Gallen, Swiss.

Biara tersebut ia dirikan di bekas tempat pertapaan Santo Gallus, seorang biarawan kudus dari Irlandia yang hidup pada abad ke-enam.

Othmar kemudian diangkat menjadi abbas (kepala biara) biara tersebut, dan ia memimpin para biarawan untuk hidup kudus sesuai dengan regula Ordo Benediktin.

Selain itu ia dan para biarawannya juga melayani masyarakat dengan menjalankan sekolah, mendirikan rumah sakit dan rumah sakit khusus bagi para penderita Lepra yang pertama di Swiss.

Santo Othmar meninggal dalam pengasingan di sebuah pulau Werd, di tengah Danau Constance.

Ia diasingkan karena tuduhan palsu oleh para bangsawan yang tidak suka dengan keberadaan biara diwilayah mereka.

Awalnya santo Othmar dimakamkan di pulau Werd di danau Constance.

Sepuluh tahun kemudian Jenazahnya yang ditemukan masih utuh dipindahkan ke biara St.Gallen.

Legenda mengatakan bahwa ketika orang-orang yang membawa jenazahnya mendayung perahu di atas danau, mereka menjadi sangat haus.

Secara ajaib satu-satunya barel anggur mereka yang masih berisi anggur tidak pernah menjadi kosong, tak peduli seberapa banyak yang telah mereka minum.

Oleh karena itu barel anggur menjadi salah satu atribut dari santo Othmar disamping tongkat uskup kepala biara.

Arti Nama

Berasal dari nama Jermanik “Audamar”, yang berasal dari unsur-unsur “od” (kekayaan, keberuntungan) dan “meri” (terkenal).

Variasi Nama

Otmar, Ottmar, Ottomar (German), Audamar, Otmar (Ancient Germanic), Otmar (Czech).

Sumber: katakombe.org

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved