Update Data Banjir Sintang: 4 Orang Meninggal, 25 Ribu Jiwa Mengungsi
Komandan Kodin 1205/Sintang ini juga menegaskan stok beras juga harus selalu diupdate karena bantuan terus berdatangan dan datanya agar di sinkronkan.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Lebih dari tiga pekan banjir melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Meski 3 hari terakhir cenderung surut, namun sejumlah ruas jalan di pusat kota sintang masih terendam cukup dalam.
Berdasarkan update data wilayah dan masyarakat terdampak banjir yang dirilis Komando Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Sintang, per Senin 15 November 2022, banjir berdampak pada melanda 12 dari 14 Kecamatan di Kabupaten Sintang.
Ada 35.807 kepala keluarga atau 124.497 jiwa yang terdampak banjir. Adapun yang mengungsi, 7.545 kk atau 25.884 jiwa yang mengungsi. Ada 4 jiwa yang dilaporkan meninggal dunia selam banjir melanda Sintang.
Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Sintang, mendirikan 5 posko pengungsian. Satu posko utama dan sisanya terpadu.
• 98 Persen Kelurahan Batu Lalau Sintang Terdampak Banjir, Warga Buat Pondok Darurat di Kebun Karet
Dapur umum 36 tersebar di 12 kecamatan dan posko pengungsian 32 titik.
Penanggungjawab Lapangan Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Bantingsor Kabupaten Sintang, Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono menegaskan update data sangat penting dilakukan oleh seluruh camat yang wilayahnya terdampak banjir untuk direkap oleh Satgas Kabupaten Sintang.
“Camat, Koramil dan Kapolsek datanya harus sama. Sehingga kita di tingkat Kabupaten Sintang lebih mudah dalam merekap. Data terkini adalah ada 12 kecamatan terdampak dengan jumlah KK 35. 807 atau 124. 497 jiwa, namun yang mengungsi hanya 7. 545 KK atau 25. 884 jiwa,” kata Kukuh Suharwiyono, Senin 15 November 2021 saat memimpin rapat evaluasi tim Satgas Batingsor.
Komandan Kodin 1205/Sintang ini juga menegaskan stok beras juga harus selalu diupdate karena bantuan terus berdatangan dan datanya agar di sinkronkan.
"Distribusi nasi bungkus agar lebih baik dan terkoordinir lagi supaya lebih merata. Kami menerima bantuan obat-obatan satu truk dari Pangdam Tanjungpura. Obatnya khusus untuk membantu korban banjir," ujar Kukuh Suharwiyono dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak.
Tim Satuan Tugas Bantingsor juga membahas Persiapan perpanjangan Status Tanggap Darurat Bantingsor Kabupaten Sintang yang akan berakhir Selasa, 16 November 2021 dan akan diperpanjang mulai 17-30 November 2021. (*)
(Simak berita terbaru dari Sintang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/agus-1115-koramil.jpg)