Sirkuit Mandalika Masuk Daftar 4 Sirkuit Pengguna Aspla Terbaik di Dunia

Saat ini baru ada tiga sirkuit dengan teknologi SMA yaitu Silverstone di Inggris, Yas Marina di Abu Dhabi, dan Phillip Island di Australia

Tayang:
Editor: Madrosid
Biro Pers Kepresidenan/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat, Jumat 12 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sirkuit Internasional Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat Indonesia menjadi sirkuti yang memiliki teknologi lapisan aspal terbaik di dunia.

Sirkuit yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus tersebut sudah diresmikan Presiden Joko Widodo Jumat 12 November 2021 kemarin.

Pembangunannya dilaksanakan sesuai standar balapan dunia, bahkan sejumlah teknologi yang digunakan dipilih yang terbaik.

Mulai dari lapisan aspal yang menggunakan Stone Mastic Asphalt (SMA) merupakan lapisan aspal terbaik di dunai dari Inggris.

Hanya ada beberapa sikuit yang menggunakan teknologi Aspal SMA tersebut terbaru di Indonesia Sirkuit Mandalika.

Serta sistem drainase terbaik pula dari Jerman bernama HAURATON memiliki daya serap tinggi.

Sistem Hauraton bisa menyerap air hujan dalam waktu 30 detik saja.

Apa Itu Marshal Balapan ? Tugas Marshal di Mandalika Sebabkan Balapan Ditunda

Teknologi aspal yang digunakan yakni Stone Mastic Asphalt (SMA), yang merupakan campuran aspal untuk melapisi permukaan atas aspal.

Tujuannya, memperkuat struktur lapisan permukaan dengan prinsip kontak stone by stone. Sehingga volume aspal yang dipergunakan pun menjadi kecil.

Saat ini baru ada tiga sirkuit dengan teknologi SMA yaitu Silverstone di Inggris, Yas Marina di Abu Dhabi, dan Phillip Island di Australia.

Jadi, Sirkuit Mandalika menambah daftarnya menjadi yang ke-4 di dunia.

Direktur Kontruksi dan Pengembangan dari Mandalika Grand Prix Associaton (MGPA) Dwianto Eko Wiryanto menyampaikan, tidak semua sirkuit di dunia menggunakan campuran SMA.

Karena salah satu jenis aspal campuran ini terbilang baru mulai digunakan pada tahun 2014-2015. "Dengan tipe aspal Stone Mastic Asphalt (SMA), memberikan makro tekstur yang lebih baik buat pebalap," katanya dalam konferensi virtual yang dikutip Kompas.com, September lalu.

SMA memiliki daya penetrasi yang tinggi, sehingga pembalap tidak mudah terjatuh saat terjadi wet race atau jalan licin akibat air hujan.

Selain itu, memberikan grip yang baik dan pada saat yang sama memberikan resistensi yang baik saat pebalap melakukan pengereman. "Seakan-akan pada saat mereka akselerasi itu mendapat gripnya dan saat deselerasi mereka juga bisa mengontrol motornya dengan baik," ujarnya.

Dia menuturkan, lapisan terakhir aspal ini juga menggunakan teknologi SMA yaitu mengutamakan perekatkan batu, dengan kadar aspal yang tidak terlalu banyak.

SMA mengandalkan batu. Karena batu campuran aspalnya sedikit, sehingga sirkuit membutuhkan tipe aspal yang punya performa tinggi.

 "Jadi kami di sini menggunakan performance grade 82, karena sebelumnya paling tinggi hanya 76," tandas Dwi. Sementara itu, Head of Operation–Sporting MGPA Dyan Dilato menjelaskan, aspal ini termasuk mewah, terdiri dari empat kontur yang berbeda.

“Partikel dari SMA ini tidak terlalu rapat maupun jarang, jadi sirkuit yang terbaru diharapkan memakai aspal ini," ujar Dyan di Mandalika, pada Oktober lalu. Jika dilihat secara detail, permukaan aspal sangat rata, kerekatan antar partikel pun tidak berdempetan, sehingga tidak ada yang menumpuk.

"Dengan memakai SMA, kita bisa membuat biaya perawatan lebih rendah dan tidak perlu resurface (pelapisan ulang) lima tahun ke depan," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hanya Digunakan di 4 Sirkuit Dunia, Ini Teknologi Aspal Sirkuit Mandalika"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved