Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 13 November Santo Eugenius dari Toledo dan Santo Stanislaus Kostka
Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Selama enam bulan ia telah mempertimbangkan keinginannya ini, sebelum ia memberanikan diri untuk berbicara tentang hal ini kepada para atasan di sekolah Jesuit di Vienna.
Mereka ragu-ragu untuk menerimanya, karena takut akan masalah yang mungkin ditimbulkan oleh ayahnya apabila ia tidak setuju dengan keputusan anaknya tersebut. Stanislaus bisa memahami situasi ini.
Karena itu ia memutuskan untuk melamar ke Biara Induk Serikat Jesus di Roma.
Jarak dari Wina ke Roma jauhnya lebih dari seribu kilometer, dan Stanislaus harus menempuhnya dengan berjalan kaki.
Pada masa itu, untuk perjalanan sejauh itu, dengan tanpa kendaraan, tanpa bekal, tanpa pemandu dan tanpa perlindungan, adalah sangat berbahaya.
Namun semua itu tidak menghalangi Stanislaus untuk berangkat ke Roma dan masuk biara Jesuit.
Pada pagi hari disaat ia hendak berangkat, ia memanggil pelayannya dan menyuruhnya untuk memberitahu kakaknya Paul dan gurunya bahwa ia tidak akan kembali hari itu untuk makan malam.
Kemudian pemuda bangsawan ini mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa dipakai oleh para pengemis dan mulai melangkah menuju Roma.
Saat malam tiba Paul dan gurunya baru menyadari bahwa Stanislaus telah melarikan diri.
Dengan marah mereka mulai mengejarnya.
Namun setelah sekian lama mengejar dan mencar-cari; mereka tidak juga menemukannya.
Ketika kuda-kuda mereka sudah kelelahan, mereka menolak untuk mencari lebih jauh dan pulang ke Vienna.
Mereka mungkin mencari pada rute yang keliru, atau mungkin karena tidak mengenali Stanislaus yang mengenakan pakaian seorang pengemis.
Stanislaus sempat tinggal selama satu bulan di kota Dillingen Jerman, dimana Provincial Serikat Jesus saat itu, Santo Petrus Kanisius, menempatkannya bersama para calon novis di asrama sekolah untuk mengujinya.
Stanislaus tiba di Roma pada tanggal 25 Oktober 1567.
Ia sudah sangat kelelahan dan lemah oleh perjalanannya. Karena itu Superior Jendral Jesuit saat itu, Santo Fransiskus Borgia, memintanya untuk beristirahat dan memulihkan diri terlebih dahulu selama beberapa hari, sebelum masuk novisiat Jesuit di Biara Santo Andreas.
Selama sepuluh bulan sisa hidupnya, menurut kesaksian pemimpin biara Novisiat tersebut, Giulio Fazio SJ, "Stanislaus adalah model dan cermin dari kesempurnaan hidup religius”.
Wafat
Pada malam tanggal 10 Agustus 1568, saat perayaan pesta Santo Laurentius, tubuh Stanislaus jatuh sakit akibat demam tinggi, dan ia tampaknya bisa merasakan bahwa saat-saat terakhir hidupnya telah tiba.
Ia memulis sepucuk surat pada Bunda Maria meminta-Nya untuk mengangkatnya ke surga agar dapat merayakan Pesta kenaikan Bunda Maria ke Surga bersama-sama.
Imannya dalam Bunda Maria, yang telah memberinya banyak tanda Ilahi, sekali lagi memberikan mujizat.
Pada tanggal 15 Agustus, sekitar pukul empat dini hari, saat ia sedang khusyuk berdoa kepada Tuhan, bersama para orang suci dan Bunda Maria, jiwanya yang indah meninggalkan tubuhnya dan kembali pada Sang Pencipta.
Wajahnya bercahaya dengan penuh ketenangan.
Seluruh kota Roma segera menjadikannya sebagai seorang santo.
Banyak orang dari berbagai daerah buru-buru datang untuk memberikan penghormatan pada diri Stanislaus dan, kalau memungkinkan, memperoleh peninggalan miliknya.
Dikemudian hari, banyak orang cacat yang menjadi sembuh karena pengantaraannya.
Kanonisasi
Tahta Suci Vatikan meresmikan beatifikasi Stanislaus pada tahun 1605.
Dan ia dikanonisasi pada tanggal 31 Desember 1726.
Santo Stanislaus adalah seorang santo yang terkenal di Polandia, dan banyak institusi religius yang telah memilihnya sebagai santo pelindung murid-murid mereka.
Penggambaran dirinya dalam dunia seni sangatlah beragam.
Ia kadang-kadang digambarkan menerima Komuni Suci dari tangan para malaikat; kadang-kadang digambarkan menerima tubuh Bayi Yesus dari tangan Bunda Maria; atau ia digambarkan sedang berada di tengah-tengah peperangan mengusir para musuh dari tanah airnya.
Terkadang ia juga digambarkan sedang berada di dekat sebuah sumber air dan sedang meletakkan kain yang basah di dadanya.
Ia menjadi tujuan doa orang-orang untuk kesembuhan penyakit jantung yang berdebar-debar dan penyakit-penyakit yang berbahaya.
Arti nama
Stanislaus berarti : "meraih kemuliaan", "meraih Kejayaan". Berasal dari bahasa Slavia : "Stan" yang berarti : "berdiri, menjadi" dikombinasikan dengan kata "Slav" yang berarti "kemuliaan".
Variasi Nama
Stanislav, Stanko (Bulgarian), Stanislav, Stanko (Croatian), Stanislav (Czech), Stanisław (Polish), Stanislav, Slava, Stas (Russian), Stanislav (Serbian), Stanislav (Slovak), Stanislav, Stanko (Slovene).
Bentuk Pendek : Slava, Stas (Russian), Stanko (Slovene), Stanko (Croatian), Stanko (Bulgarian).
Bentuk Feminim : Stanislava (Czech), Stanislava (Slovak), Stanislava (Russian), Stanislava (Slovene), Stanislava (Croatian), Stanislava (Bulgarian).
Sumber: katakombe.org
(Update informasi seputar katolik klik di sini)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/orang-kudus-katolik-13-november-santo-eugenius-dari-toledo-dan-santo-stanislaus-kostka.jpg)