Niat Salat Gerhana Bulan dan Tata Caranya

Berbeda dengan salat lainnya, Salat Gerhana Bulan (Solat Khusuf) dilakukan sebanyak dua rakaat dengan empat rukuk.

Tayang:
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Kemenag
Ilustrasi - Tata cara Salat Gerhana Bulan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Salat Gerhana Bulan adalah salat yang dilaksanakan saat gerhana bulan terjadi.

Berbeda dengan salat lainnya, Salat Gerhana Bulan (Solat Khusuf) dilakukan sebanyak dua rakaat dengan empat rukuk.

Jadi setiap rakaat Salat Gerhana Bulan dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku` dan 2 sujud.

Waktu melaksanakan Shalat Khusuf dimulai dari awal fase gerhana, puncak gerhana bulan hingga fase akhir.

Gerhana bulan akan terjadi pada hari Jumat 19 November 2021.

Fase Gerhana Penumbra dimulai pada pukul 13.00.23 WIB/14.00.23 WITA/15.00.23 WIT.

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan 19 November 2021

Fase Gerhana Sebagian akan dimulai pada pukul 14.18.24 WIB/15.18.24 WITA/16.18.24 WITA.

Kemudian, Fase Gerhana Sebagian berakhir pada pukul 17.47.26 WIB/18.47.26 WITA/19.47.26 WIT.

Sedangkan, Fase Gerhana Penumbra berakhir pada pukul 19.05.31 WIB/20.05.31 WITA/21.05.31 WIT.

Niat dan Tata Cara Salat Gerhana Bulan 

Melaksanakan Salat Gerhana Bulan adalah sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Bacaan Niat Solat Gerhana Bulan:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Jadwal Gerhana Bulan Parsial Terpanjang Abad Ini Diperkirakan Terjadi pada 19 November 2021

Adapun tata cara Salat Gerhana Bulan adalah sebagai berikut

1. Berniat di dalam hati

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa

3. Membaca do'a iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang lain sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih)

4. Kemudian ruku’

5. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal)

6. Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama

7. Kemudian ruku' kembali (ruku' kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya

Gunakan Dua Teleskop Amati Gerhana Bulan Total, Kuncuro Wisnu: Akan Terjadi 19 Tahun Lagi

8. Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal)

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali

10.Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya

11.Salam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved