Pemkot Singkawang Siapkan Pertemuan Bahas Warga Terdampak Pembangunan Jembatan Jentang 1
Selain itu, Irwan mengatakan, pembanguna jembatan Jentang 1 ini juga dibutuhkan demi kelancaran akses di Kota Singkawang.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pembangunan jembatan jembatan jentang 1 di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat menyebabkan Vivi dan Mega kehilangan mata pencaharian utama mereka sebagai pedagang Bakmie.
Pasalnya, di depan warung Bakmie mereka, telah berdiri Barau Jalan setinggi lebih dari satu meter, yang merupakan bagian dari Jembatan Jentang 1 yang diperbaiki oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalbar.
Merespon keluhan kedua pedagang kecil ini, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan bersama Wakil Ketua DPRD Sumberanto dan Herry Kin serta anggota DPRD lainnya menyambangi langsung kediaman Vivi dan Mega ini.
Irwan dan Anggota DPRD ini kemudian melihat langsung barau jalan dan rancangan pembangunan jembatan tersebut, serta mendengarkan langsung keluhan Vivi dan Mega.
• Konsultan Pengawas Jelaskan Alasan Jembatan Jentang 1 di Singkawang Dibuat Tinggi
Kepada wartawan, Irwan mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat dan pertemuan dari masing-masing pihak terkait untuk membahas solusi kedua penjual Bakmie tersebut.
"Secepatnya, kami berencana besok (red-Kamis 4 November) akan menggelar rapat dan pertemuan, baik itu pihak pelaksana, konsultan, pihak Provinsi, Anggota DPRD dan Pemerintah Kota Singkawang, serta warga terdampak," ujar Irwan, Rabu 3 November 2021.
Selain itu, Irwan mengatakan, pembanguna jembatan Jentang 1 ini juga dibutuhkan demi kelancaran akses di Kota Singkawang.
Dia berharap dengan digelarnya pertemuan seluruh pihak terkait, dapat menghasilkan solusi yang tepat dan tidak merugikan. (*)
(Simak berita terbaru dari Singkawang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kurnia-1103-masya.jpg)