Konsultan Pengawas Jelaskan Alasan Jembatan Jentang 1 di Singkawang Dibuat Tinggi
Selain itu, Irwan mengatakan, pembanguna jembatan Jentang 1 ini juga dibutuhkan demi kelancaran akses di Kota Singkawang.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Konsultan Pengawas pembangunan Jembatan Jentang 1, Kandar mengatakan, pembangunan jembatan yang dibuat tinggi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan debit air yang tinggi di sungai tersebut.
"Kalau sifat airnya kurang, banjir maksimalnya kurang, maka akan dibuat turun. Tapi ini kita buat sesuai kontruksi yang ada, karena debit air di sungai ini sudah mulai tinggi," jelasnya.
Kandar menuturkan, berdasarkan kontruksi, jebatan jentang 1 yang dibangun ini memiliki ketinggian 1,47 meter dihitung dari permukaan aspal.
Menanggapi permintaan Pemerintah Kota Singkawang yang disampaikan Wakil Wali Kota, Irwan terhadap keluhan warga, Kandar mengatakan, dirinya akan mengajukan perubahan jembatan tersebut.
• Sampaikan Tiga Raperda ke DPRD Singkawang, Berikut Paparan Wawako Irwan
"Kalau tanggapan kami, bisa saja nanti diajukan perubahan-perubahan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Pembangunan jembatan jembatan jentang 1 di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat menyebabkan Vivi dan Mega, kehilangan mata pencaharian utama mereka sebagai pedagang Bakmie.
Pasalnya, di depan warung Bakmie mereka, telah berdiri Barau Jalan setinggi lebih dari satu meter, yang merupakan bagian dari Jembatan Jentang 1 yang diperbaiki oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalbar.
Merespon keluhan kedua pedagang kecil ini, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan bersama Wakil Ketua DPRD Sumberanto dan Herry Kin serta anggota DPRD lainnya menyambangi langsung kediaman Vivi dan Mega ini.
Irwan dan Anggota DPRD ini kemudian melihat langsung barau jalan dan rancangan pembangunan jembatan tersebut, serta mendengarkan langsung keluhan Vivi dan Mega.
Kepada wartawan, Irwan mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat dan pertemuan dari masing-masing pihak terkait untuk membahas solusi kedua penjual Bakmie tersebut.
"Secepatnya, kami berencana besok (red-Kamis 4 November) akan menggelar rapat dan pertemuan, baik itu pihak pelaksana, konsultan, pihak Provinsi, Anggota DPRD dan Pemerintah Kota Singkawang, serta warga terdampak," ujar Irwan, Rabu 3 November 2021.
Selain itu, Irwan mengatakan, pembanguna jembatan Jentang 1 ini juga dibutuhkan demi kelancaran akses di Kota Singkawang.
Dia berharap dengan digelarnya pertemuan seluruh pihak terkait, dapat menghasilkan solusi yang tepat dan tidak merugikan. (*)
(Simak berita terbaru dari Singkawang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kurnia-1103-jembatan.jpg)