Breaking News:

Berita Video

Danu Diperiksa Maraton dan bisa Dijadikan Tersangka Kasus Pembunuhan Subang, Ini Kata Kuasa Hukum

Danu menerobos garis polisi serta membersihkan bak mandi tersebut disuruh oleh oknum Bantuan Polisi (Banpol)

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SUBANG - Muhamad Ramdanu alias Danu (21) terus mencuat di masyarakat dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Danu merupakan satu di antara saksi kunci yang saat ini secara marathon terus dimintai keterangan lanjutan oleh pihak kepolisian.

Terakhir, terdapat penyataan yang menyebut bahwa Danu sempat menerobos dari garis polisi serta membersihkan bak mandi yang berada di TKP sehari setelah kejadian lebih tepatnya di tanggal 19 Agustus 2021.

Diketahui, Danu menerobos garis polisi serta membersihkan bak mandi tersebut disuruh oleh oknum Bantuan Polisi (Banpol).

Menyikapi hal tersebut, Achmad Taufan kuasa hukum Danu mengatakan, pihaknya akan menunggu dan menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib.

"Nah terkait itu kita serahkan semuanya kepada polisi, saya yakin polisi masih mendalami itu," ucap Taufan kepada Tribun, Selasa 2 November 2021.

Taufan menjelaskan, mengapa sidik jari dari kliennya tersebut berada di TKP, karena terdapat satu kejadian yang menyuruh Danu membersihkan bak mandi yakni dengan disuruh oleh oknum Banpol tersebut.

"Kenapa ada sidik jari Danu di TKP tentunya ada kronologisnya, kenapa ada bukti telapak kaki Danu itu pasti ada kronologisnya," katanya.

Sebut Autopsi Pertama Korban Pembunuhan Subang Janggal, Lilis Curiga Gelagat Keponakan Yosef

Menurut Taufan juga, dengan kejadian yang dialami saat ini, kliennya diperiksa secara marathon oleh pihak penyidik dari Polres Subang.

Sebelumnya, selama dua hari berturut-turut Danu sudah menjalankan pemeriksaan tambahan selama delapan jam pada Kamis 28 Oktober 2021 dan Jumat 29 Oktober 2021 pekan kemarin.

Dapat diketahui, pada pemeriksaan Kamis pekan lalu Bareskrim Mabes Polri, Badan Intelejen Negara (BIN) serta Forensik Polri juga turut hadir dalam pemeriksaan Danu.

Sementara itu, sudah berjalan 77 hari kasus kematian dari Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) masih juga belum terungkap siapa pelakunya.

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah memeriksa 54 saksi agar dapat petunjuk dari kasus yang sudah menjadi sorotan publik tersebut.

[Update Berita Video Tribunpontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved