Gaji Korps Kapal Selam TNI AL Terbaru November 2021, Ternyata Lebih Tinggi dari Satuan Lain

Gaji Korps Kapal Selam TNI AL, ternyata Lebih Tinggi dari Satuan Lain. Gaji ini khususnya untuk Korps Hiu Kencana.

Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Rizky Zulham
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gaji Korps Kapal Selam TNI AL, ternyata Lebih Tinggi dari Satuan Lain. Gaji ini khususnya untuk Korps Hiu Kencana.

Gaji Korps Hiu Kencana naik berkala setiap tahun.

Korps Hiu Kencana dengan baret hitamnya menjadi pusat perhatian karena tragedi hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 hilang saat latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali, Rabu dini hari, 21 April 2021.

TNI mengerahkan segenap kemampuan untuk menemukan posisi KRI Nanggala-402 yang membawa 53 orang kru dan non kru sebelum persediaan oksigen di dalam kapal selam ini habis dalam 72 jam.

ASN Naik Gaji? Cek Saldo Rekening dengan Rincian Tunjangan PNS TNI Polri Terbaru November 2021

Tragedi ini mengingatkan kembali risiko besar yang dihadapi prajurit Satuan Kapal Selam (Satsel) yang berhadapan dengan kematian dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI meski pengabdiannya dilakukan senyap.

Meski mungkin tak setenar satuan lain seperti Kopassus atau Marinir, petinggi setingkat menteri atau kepala staf angkatan di TNI dan Kapolri selalu bersedia menjadi warga kehormatan dengan menerima Brevet Hiu Kencana.

Dalam perebutan Irian Barat, Indonesia membeli 12 kapal selam dari Rusia yang dikirimkan bertahap.

Pada 7 September1959, dua kapal selam buatan Rusia tiba di dermaga di Surabaya dan kemudian resmi menjadi bagian dari jajaran armada ALRI pada 12 September dengan nama RI Tjakra/S-01 dan RI Nanggala/S02.

12 September ditetapkan sebagai ulang tahun Korps Hiu Kencana.

Mottonya Korps Hiu Kencana adalah Tabah Sampai Akhir (Wira Ananta Rudira) mengutip bagian pidato Presiden Soekarno di atas kapal selam RI Tjandrasa pada 6 Oktober 1966 di dermaga Tanjung Priok, Jakarta, ”Sekali menyelam, maju terus, tiada jalan untuk timbul sebelum menang. Wira Ananta Rudira. Tabah sampai akhir”.

Berikutnya pada Desember 1961 datang empat kapal selam lain: RI Nagabanda, RI Trisula, RI Nagarangsang, dan RI Tjandrasa.

Seiring dengan kampanye Trikora untuk merebut Irian Barat dari penguasaan Belanda, setahun kemudian datang enam kapal selam juga dari Rusia yang dipersenjatai torpedo tercanggih di masanya jenis SEAT-50.

Hanya Rusia dan Indonesia yang memiliki torpedo tersebut saat itu.

Keenam kapal itu: RI Widjajadanu, RI Hendradjala, RI Bramasta, RI Pasopati, RI Tjundamani, dan RI Alugoro.

Semua mengunakan nama senjata di dunia pewayangan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved