Profil 4 Pahlawan Nasional Indonesia yang Baru: Sultan Aji Muhammad Idris hingga Usmar Ismail
Keempat tokoh tersebut adalah Tombolatutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Usmar Ismail dari DKI Jakarta dan Rad
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah akan membergi gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh Indonesia pada Hari Pahlawan 10 November 2021.
Keempat tokoh tersebut adalah Tombolatutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Usmar Ismail dari DKI Jakarta dan Raden Aria Wangsakara dari Banten.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, penyerahan gelar akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2021 di Istana Bogor, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
• Bobol Rumah Kosong, Pemuda Usia 20 Tahun Diamankan Anggota Polsek Benua Kayong
Mahfud menjelaskan, keputusan untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh tersebut karena mereka dinilai menginspirasi membangun Indonesia yang berdaulat dan atau ikut berjuang untuk memajukan Indonesia sehingga kemerdekaan lebih bermakna bagi bangsa dan negara.
Ia mengatakan, kriteria yang digunakan pemerintah untuk menganugerahkan gelar pahlawan selain ketokohan adalah pemerataan daerah.
Mahfud mengatakan, hingga saat ini provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) belum memiliki pahlawan nasional.
"Sampai dengan saat ini Sulteng belum mempunyai pahlawan nasional. Kemudian Kalitm juga belum punya. Sulteng dan Kaltim adalah provinsi yang ada sejak awal Indonesia merdeka meskipun melalui pemekaran provinsi, jadi dari daerah itu ada pahlawan," ujar Mahfud.
• Daftar Hari Penting di Bulan November 2021: 18 - 20 November Jadwal Puasa Ayyamul Bidh
Berikut profil singkat empat pahlawan nasional baru:
1. Tombolotutu
Tombolotutu merupakan tokoh yang terpandang. Ia adalah salah satu raja di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Sebagai raja, Tombolotutu turut menjadi garda terdepan dalam garis perlawanan menghadapi penjajah Belanda kala itu.
Dikutip dari situs Pemkab Parigi Moutong, untuk menghadapi perlawanan Tombolotutu, Belanda sampai harus mengerahkan Marsose.
Marsose merupakan pasukan khusus atau pasukan elite Belanda yang pernah diturunkan saat Perang Diponegoro dan Perang Aceh.
Kala itu, pasukan Marsose yang diturunkan untuk menumpas perlawanan Tombolotutu kurang lebih berjumlah 170 pasukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sultan-aji-muhammad-idris-pahlawan-nasional.jpg)