Banjir Kepung Sintang, Yosepha Hasnah Perpanjang Status Darurat Bantingsor Hingga 16 November 2021

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sintang Nomor : 360/1171 /KEP-BPBD /2021 Tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Benc

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Seorang pengendara melintasi genangan banjir di jalan PKP Mujahidin. Pelaksana Harian Bupati Sintang, Yosepha Hasnah memperpanjang status tanggap darurat bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor kabupaten sintang tahun 2021 sampai 16 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Pelaksana Harian Bupati Sintang, Yosepha Hasnah memperpanjang status tanggap darurat bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor kabupaten sintang tahun 2021 sampai 16 November 2021. 

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sintang Nomor : 360/1171 /KEP-BPBD /2021 Tentang Penetapan Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung, Dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang Tahun 2021.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sintang tersebut, perpanjangan status tanggap darurat berlaku selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 19 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 16 November 2021 dan dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kondisi darurat bencana dilapangan.

Akses Jalan Sintang-Binjai Lumpuh Total Akibat Terendam Banjir dan 20 Ribu Kepala Keluarga Terdampak

Keputusan  untuk memperpanjang status tanggap darurat bantingsor tersebut setelah memperhatikan kondisi saat ini, di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Sintang telah terjadi peningkatan curah hujan dan terjadi banjir yang telah mengakibatkan terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat serta kerusakan lingkungan dan infrastruktur.

“Dalam rangka mengantisipasi dampak bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor di Kabupaten Sintang, perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan darurat, guna meminimalisir dampak bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor, dengan penanganan secara cepat, tepat terencana, terpadu dan menyeluruh sesuai standar dan prosedur penanganan pada masa tanggap darurat bencana,” terang Yosepha Hasnah, Selasa 26 Oktober 2021.

Sebelumnya, pada 5 Oktober 2021 yang lalu, Pemkab Sintang juga sudah menetapkan status tanggap darurat bencana alam bantingsor tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sintang Nomor: 360/1140 /KEP-BPBD/ 2021 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang Tahun 2021.

Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor berlaku selama 14 (empat belas) hari sejak tanggal 5 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2021. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved