Akses Jalan Sintang-Binjai Lumpuh Total Akibat Terendam Banjir dan 20 Ribu Kepala Keluarga Terdampak

Hingga saat ini sudah ada 12 kelurahan dan delapan desa terdampak banjir di wilayah Kecamatan Sintang

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Seorang warga menerjang genangan banjir menjemput anak sekolah melintasi jalan PKP Mujahidin. Banjir di Kota Sintang, Kalimantan Barat, merendam sejumlah ruas jalan, termasuk jalan menuju Kantor Bupati Sintang, di PKP Mujahidin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Kalbar. Di Kota Sintang, air merendam sejumlah ruas jalan, termasuk jalan menuju Kantor Bupati Sintang, di Jalan PKP Mujahidin. Plh Bupati Sintang, Yosepha Hasnah, meminta warga mengungsi di lokasi-lokasi yang sudah disiapkan pemerintah.

Luapan banjir juga menggenangi halaman sejumlah perkantoran, di ruas jalan tersebut. Seperti Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sintang, Satpol PP, Bank Kalbar, Kemenag dan sejumlah perkantoran lainnya.

Selain PKP Mujahidin, pantauan Tribun, banjir merendam ruas jalan Sintang-Kelam. Ada tiga titik genangan. Tinggi permukaan air bervariasi. Di ruas jalan ini, selain rumah warga, air juga merendam gedung Taman Pendidikan Kanak-Kanak Pelita Kasih.

Banjir terparah melanda pemukiman warga di Kelurahan Menyumbung Tengah. Sepanjang Jalan Mensiku Jaya, juga terendam. Gedung SDN 23 juga teredam banjir. Begitu pula dengan gedung SMPN 4 Sintang. "Pagi ini air makin naik di SMPN 4 Sintang. Belum ada tanda-tanda surut," kata Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 4 Sintang, Herry Fitrianto kepada Tribun, Senin 25 Oktober 2021.

Akibat ruas jalan terputus total terendam banjir, siswa SMPN 4 diliburkan untuk sementara waktu. Berdasarkan data sementara dari Polsek Sintang Kota, ada 12 kelurahan dan 8 desa yang terdampak banjir luapan Sungai Kapuas dan Melawi.

Warga Terdampak Banjir Sintang Mulai Mengungsi, Tenda Darurat Damkar Terisi Anak hingga Orangtua

Debit air mengalami kenaikan yang cukup tinggi yang mengakibatkan rumah-rumah warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Melawi dan Sungai Kapuas terendam banjir hingga masuk ke dalam rumah.

"Hingga saat ini sudah ada 12 kelurahan dan delapan desa terdampak banjir di wilayah Kecamatan Sintang," kata Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno.

Menurut Sutikno, banjir tersebut terjadi disebabkan meningkatnya debit air sungai Melawi dan sungai Kapuas akibat tingginya intensitas hujan selama 2 hari terakhir. Kondisi diperparah dengan adanya kiriman air dari hulu sungai Melawi dan Sungai Kapuas.

"Tidak menutup kemungkinan apabila intensitas hujan cukup tinggi maka ketinggian air akan meningkat sehingga wilayah yang terdampak banjir akan semakin meluas hingga dapat melumpuhkan aktivitas warga masyarakat," katanya.

Kapolsek Sintang Kota sudah memerintahkan personilnya untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan ketinggian air guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa akibat banjir. " Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Forkompimcam untuk menyiapkan rencana evakuasi bagi warga terdampak banjir apabila ketinggian air semakin meningkat," jelasnya.

Transportasi Terputus
Banjir di Sintang, juga menyebabkan ruas jalan dari Kota Sintang menuju empat kecamatan jalur Binjai-Ketungau, lumpuh total. Akibatnya, masyarakat Sintang, yang ingin menuju Kecamatan Binjai-Ketungau Hilir-Tengah dan Ketungau Hulu, terhambat.

Banjir yang menggenangi ruas jalan Mensiku Jaya, Kelurahan Menyumbung Tengah, menyebabkan akses transportasi terputus. Masyarakat dari Sintang menuju Kecamatan Binjai Hulu hingga ke arah Ketungau tidak bisa melintas. Masyarakat yang ingin melewati genangan air bisa menyewa jasa penyeberangan menggunakan perahu. Biayanya, sekitar Rp 10 ribu rupiah. "Akses dari Sintang-Binjai Hulu lumpuh total," kata Kapolsek Binjai Hulu, Iptu Budi Santoso.

Banjir terparah melanda pemukiman warga di Kelurahan Menyumbung Tengah. Sepanjang Jalan Mensiku Jaya, juga terendam. Gedung SDN 23 juga teredam banjir. Begitu pula dengan gedung SMPN 4 Sintang.

Menurut Junaidi, banjir sudah merendam kawasan pemukiman di Kelurahan Menyumbung Tengah, sejak 4 hari terakhir. "Banjir terbesar. Sudah 4 hari, luar biasa dampaknya, akses lalu lintas lumpuh, putus. Termasuk ke arah Binjai dan Ketungau 4 kecamatan putus," kata Junaidi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved