Diskes Kabupaten Sambas Ungkap Tambahan Kasus Kluster Pekerja Migran Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Sambas dr Fatah Maryunani mengatakan memang ada tambahan kasu
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, yang juga juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Sambas dr Fatah Maryunani mengatakan memang ada tambahan kasus Covid-19, yang masuk melalui PLBN Aruk.
Kata dia, setelah dilakukan pemeriksaan saat ini semuanya sudah dilakukan isolasi di asrama BKD, Kabupaten Sambas.
"Iya ada tambahan kasus positif kluster PMI, sekarang semuanya isolasi di asrama BKD," ujarnya, Minggu 24 Oktober 2021, saat di hubungi.
Dijelaskan dia, akibat dari tambahan kasus itu mereka saat ini kewalahan untuk mencari ruang isolasi.
• Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Matang Danau Masih Jalani Perawatan di RSUD Sambas
Selain itu, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang terbatas juga menjadi satu diantara kendala yang di hadapi oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas.
"Pastinya ruang isolasi yang sekarang kurang memadai, lalu nakes yang terbatas, dan operasional lapangan sangat terbatas," tuturnya.
Saat ini kata dia, jumlah pasien yang di isolasi di RSUD hanya ada 3 orang. Sedangkan selebihnya kata dr Fatah di isolasi di asrama Brimob, BKD dan asrama haji.
"Yang isolasi di RSUD cuma 3 orang, sedangkan yang lainnya di asrama BKD ada 89 orang dan asrama Brimob 56 orang. Sehingga total ada 148 orang," tutupnya. (*)
Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas