Breaking News:

12 Kelurahan dan 8 DesaTerdampak Banjir di Kecamatan Sintang

Hasil monitoring anggota Polsek Sintang Kota pada Minggu, 24 Oktober 2021 pukul 10.00 wib debit air mengalami kenaikan yang cukup tinggi

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Bencana alam banjir kembali melanda Kota Sintang, Kalimantan Barat. Selain menggenangi rumah warga yang berada di bantaran sungai kapuas dan melawi, luapan air juga merendam sejumlah ruas jalan, fasilitas perkantoran dan sekolah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bencana alam banjir melanda Kota Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Selain menggenangi rumah warga yang berada di bantaran sungai kapuas dan melawi, luapan air juga merendam sejumlah ruas jalan, fasilitas perkantoran dan sekolah.

Berdasarkan data sementara dari Polsek Sintang Kota, ada 12 kelurahan dan 8 desa yang terdampak banjir luapan sungai kapuas dan melawi.

Hasil monitoring anggota Polsek Sintang Kota pada Minggu, 24 Oktober 2021 pukul 10.00 wib debit air mengalami kenaikan yang cukup tinggi yang mengakibatkan rumah-rumah warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Melawi dan Sungai Kapuas terendam banjir hingga masuk ke dalam rumah.

"Hingga saat ini sudah ada 12 kelurahan dan 8 ( Delapan ) Desa terdampak banjir di wilayah Kecamatan Sintang," kata Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno kepada Tribun Pontianak, Minggu 24 Oktober 2021.

Banjir Landa Kota Sintang, Sejumlah Ruas Jalan, Fasilitas Pendidikan Hingga Perkantoran Tergenang

Menurut Sutikno, banjir tersebut terjadi dikarenakan meningkatnya debit air sungai Melawi dan sungai Kapuas akibat tingginya intensitas hujan selama 2 hari terakhir serta adanya kiriman air dari hulu sungai Melawi dan Sungai Kapuas.

"Tidak menutup kemungkinan apabila intensitas hujan cukup tinggi maka ketinggian air akan meningkat sehingga wilayah yang terdampak banjir akan semakin meluas hingga dapat melumpuhkan aktivitas warga masyarakat," katanya.

Kapolsek Sintang Kota sudah memerintahkan Personilnya untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan ketinggian air guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa akibat banjir.

"Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Forkompimcam untuk menyiapkan rencana evakuasi bagi warga terdampak banjir apabila ketinggian air semakin meningkat," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved