Korps PMII Putri Singkawang Gelar Mengaji Akhlak Nabi, Mufarrohah Ajak Masyarakat Teladani Rasul
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) Cabang Kota Singkawang menggelar Kopri Mengaji di sekretariat Pengurus Nahdatul Ulama
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
RIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) Cabang Kota Singkawang menggelar Kopri Mengaji di sekretariat Pengurus Nahdatul Ulama (PCNU) dalam rangka memperingati hari lahir Nabi Muhammad 1443 H, pada Rabu, 20 Oktober 2021.
Dalam Kopri Mengaji ini, dihadiri Ketua PC Fatayat NU Kota Singkawang, Mufarrohah dan alumni PMII Khairul Abror sebagai pembicara.
Dengan mengusung tema Mempelajari dan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai Bekal Generasi Muda Masa Kini.
• Gelar Vaksinasi Massal, Kejari Singkawang Tarik Minat Warga Dengan Bagikan Sembako
Dalam Mufarrohah menukil hadits Nabi, innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq, yang artinya 'sesungguhnya aku diutus Allah hanya untuk menyempurnakan akhlak'.
Menurutnya, ada banyak hal yang dapat dipelajari dan diteladani dari Rasulullah, sederhananya dalam dua hal. Yakni kepribadian dan empat sifat utama Nabi.
"Dalam hal kepribadian, kita dapat mempelajari dan meneladani Nabi dalam berkeluarga. Dari sisi akhlak, kita meneladani empat sifat utama Nabi yakni siddiq, amanah, tabligh fathonah," kata Mufarrohah, Kamis 21 Oktober 2021.
Mufarrohah menuturkan, jujur (siddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan (tabligh), dan cerdas (fathonah) merupakan sifat-sifat yang mesti dimiliki generasi muda masa kini dan selanjutnya.
Berbagai macam akhlaqul karimah. Beberapa di antaranya adalah rendah hati, hormat kiai, bakti kepada orangtua, silaturahmi, menjenguk orang sakit, baik kepada tetangga, menolong orang susah, bertakziyah kepada orang meninggal, menyingkirkan paku di jalan dan lain sebagainya.
Pada kesempatan yang sama, Khairul Abror menyampaikan Kopri sebagai lembaga putri PMII bagian dari pihak yang seharusnya berbangga atas kelahiran Nabi. Di mana hadirnya Nabi Muhammad harkat dan martabat kaum perempuan terangkat dari sebelumnya tertindas.
"Sebelum Nabi Muhammad hadir, kita ketahui bersama derajat kaum perempuan. Setelah kehadiran Nabi, harkat dan martabat perempuan dijunjung tinggi sebagai makhluk tuhan," terangnya.
Maka dari itu, kata Abror, kelahiran Nabi Muhammad merupakan berkah terbesar bagi umat manusia.
Tak sekadar memperingati dengan berbagai kegiatan tradisi yang baik, lanjut Abror, lebih dari itu peringatan kelahiran Nabi Muhammad guna meneladani akhlak-akhlak mulianya.
"Dalam tradisi peringatan maulid, sering kita dengar pembacaan sholawat. Tidak hanya puji-pujian, kita dapat belajar banyak akhlak dari kisah Nabi yang dibacakan," tutur Abror. (*)
Update Informasi Seputar Kota Singkawang