Breaking News:

Kombes Pol Donny Charles Sebut Terdapat Puluhan Ribu Nasabah yang Terjebak Pinjol di Pontianak

Sebelumnya pada Jumat 15 Oktober 2021 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar menggerebek rumah dua tingkat di gang sukur 1 jalan veteran, kota

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Petugas Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar saat melakukan penggrebekan kantor Pinjol ilegal di Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat hingga kini masih terus melakukan pengembangan terkait kasus penggerebekan PT. Sumber Rejeki Digital (SRD) yang diduga sebagai tempat praktik Pinjaman Online (Pinjol) ilegal di Kota Pontianak.

Sebelumnya pada Jumat 15 Oktober 2021 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar menggerebek rumah dua tingkat di gang sukur 1 jalan veteran, kota Pontianak yang diduga digunakan sebagai kantor Pinjol ilegal dan mengamankan 14 karyawan dari perusahaan itu.

Diketahui bahwa PT. SRD membawahi 14 aplikasi Pinjol Ilegal. Dari hasil pemeriksaan, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go menjelaskan PT. SRD tidak menyelenggarakan pinjaman online namun lebih fokus melaksanakan Desk Collection (Descoll) atau penagihan hutang melalui dunia Maya, seperti Debkolektor.

Update Kasus Penggerebekan Kantor Pinjaman Online Ilegal di Pontianak, 14 Karyawan Sebagai Saksi

Tugas mereka melakukan penagihan terhadap nasabah yang bekerjasama atau melakukan peminjaman dengan 14 aplikasi pinjol yang posisinya tidak berada di Pontianak, dan dari hasil pengembangan terdapat 22.530 orang yang menjadi nasabah di perusahaan tersebut

Lebih jauh, Donny mengungkapkan terkait cara kerja para karyawan di perusahaan tersebut.

"Jumlah personil di perusahaan ini beserta pimpinannya sebanyak 65 orang, dan kemarin yang kita amankan baru 14 orang dengan berbagai posisi, dimana Sebelum bekerja, mereka akan diberi akses berupa username dan password yang digunakan untuk melihat data-data nasabah yang melakukan pinjaman dari 14 aplikasi pinjaman online," paparnya

"Mereka memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, HRD dan assiten HRD yang bertugas melakukan perekrutan karyawan, Kapten yang bertugas melakukan pengawasan kepada Desk Collection dan Desk Collection yang bertugas melakukan penagihan kepada nasabah yang menunggak pembayaran,"ujar Donny menjelaskan, Rabu 20 Oktober 2021.

Donny memaparkan, ada beberapa cara pihak Desk Collection melakukan penagihan terhadap para nasabah

Pertama, Reminder 2 (mengingatkan nasabah tahap 1), yaitu melakukan penagihan dengan cara menelpon langsung dan mengirimkan pesan template whatsapp yang isinya hanya mengingatkan.

Kedua, Reminder 1 (mengingatkan nasabah tahap 2), yaitu menghubungi nasabah dengan cara menelpon langsung dan mengirimkan pesan template whatsapp yang isinya penekanan kepada nasabah untuk segera melakukan pembayaran.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved