Breaking News:

CHINA Meradang! Amerika Serikat dan Kanada Nekat Bawa Kapal Perang ke Perairan Taiwan

China mengatakan kehadiran kapal perang AS dan Kanada itu mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Editor: Ishak
LT. MACK JAMIESON/US NAVY/AFP
Kapal selam Nuklir Amerika Serikat USS Connecticut saat tiba di Naval Base Kitsap-Bremerton for deployment in Bremerton, Washington 27 Mei 2201 lalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketegangan antra China Vs Taiwandan sekutunya di sekitaran wilayah perairan Taipei masih jauh panggang dari api untuk menuju kata mereda

China yang di Indonesia disebut juga Tiongkok tersebut, kini kembali berang kepada Amerika Serikat dan sekutunya.

Dirangkum dari laman Kontan.co.id, militer China pada hari Minggu 17 Oktober 2021 lalu kembali mengutuk Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Asal muasal kutukan China atau Tiongkok itu lantara kedua negara itu mengirim kapal perang mereka melalui Selat Taiwan yang sensitif pada pekan lalu.

CHINA Tumpuk Pasukan di Pantai Bersebelahan Taiwan, Taipei Tuduh Tiongkok Jalankan Taktik Koersif

China mengatakan kehadiran kapal perang AS dan Kanada itu mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Seperti diketahui, China mengklaim Taiwan, pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya dan telah melakukan misi angkatan udara berulang kali ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan selama setahun terakhir yang memicu kemarahan di Taipei.

China mengirim sekitar 150 pesawat ke zona itu selama periode empat hari yang dimulai pada 1 Oktober dalam meningkatkan ketegangan lebih lanjut antara Beijing dan Taipei yang telah memicu kekhawatiran internasional.

Militer AS mengatakan kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Dewey berlayar melalui jalur air sempit yang memisahkan Taiwan dari tetangga raksasanya China bersama dengan fregat Kanada HMCS Winnipeg pada Kamis dan Jumat.

TAIWAN Vs CHINA Bertempur, Perang Dunia III Diprediksi Bakal Pecah | Faktor AUKUS Vs Tiongkok

“Transit Dewey dan Winnipeg melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” tambahnya seperti dilansir Reuters, Senin (18/10).

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan pasukannya memantau kapal-kapal dan berjaga-jaga di sepanjang perjalanan mereka.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved