Breaking News:

Berhubungan Badan dengan Gadis Desa yang Masih Bawah Umur di Sambas, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun

Editor: Jamadin
Dok. Polsek Tebas
Seorang pria diperiksa jajaran Polsek Tebas, Rabu 13 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS -  Kapolsek Tebas, Iptu Ambril bersama anggota menangkap pria berinisial SU warga Kecamatan Subah, karena diduga melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Dijelaskan Ambril, penangkapan itu dikarenakan pihak keluarga korban melapor kerana tersangka tidak mau bertanggung jawab. Pria tersebut ditangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Memang benar telah dilakukan penangkapan terhadap SU Rabu sore, dan saya memimpin langsung penangkapan tersebut di desa Bukit Segoler kecamatan Tebas," ujar Kapolsek, Rabu 13 Oktober 2021.

Penangkapan dilakukan kata Kapolsek, menindaklanjuti laporan terhadap tersangka SU dengan nomor LP/B/215/X/2021/SPKT/ Polres Sambas /Polda Kalbar, tanggal 28 September 2021 tentang tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Menurut Kapolsek, melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang baru berusia 15 tahun yang merupakan warga Desa Bukit Segoler.

"Tersangka saat ditangkap sedang berada dirumah korban di desa Bukit Segoler, dan saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan. Sehingga langsung kita bawa ke Mapolsek Tebas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Kapolsek.

Menurut Kapolsek, korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial Facebook.

"Melalui media sosial pelaku menyatakan menyukai korban, yang kemudian pelaku berinisiatif mengajak korban untuk saling bertemu," kata Kapolsek.

"Ajakan untuk bertatap muka langsung oleh pelaku disetujui oleh korban, sehingga mereka saling bertemu. Dan beberapa waktu kemudian terjadi tindakan persetubuhan terhadap anak dibawah umur oleh pelaku kepada korban," jelas Ambril.

Anggota DPRD Sanggau Prihatin Kasus Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur

"Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun," ucap Kapolsek Ambril.

Kepala desa Bukit Segoler Khalid mengatakan, atas laporan tindak persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang merupakan warga Desa Bukit Segoler, akan terus dilanjutkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Langkah hukum diambil karena pelaku kami anggap tidak mau bertanggung jawab, sehingga laporan kepada polisi yang kami buat akan tetap dilanjutkan hingga proses lebih lanjut," katanya.

Diungkapkan oleh Kades Bukit Segoler, jika sebelumnya sudah dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan.

"Akan tetapi pelaku bahkan sempat menghilang, sehingga kami melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak kepolisian. Kami tentu berharap pelaku dapat dihukum berat sesuai peraturan yang ada," kata Khalid.

[Update Berita Polda Kalbar]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved