Breaking News:

Raih Medali Emas di PON XX Papua, Novianyanti : Ini Untuk Suami, Putri, dan Keluarga

"Emas ini saya persembahkan untuk Suami yang berulang tahun, lalu putri saya, dan keluarga yang terus mendukung saya," tuturnya.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Atlet Tarung Derajat Asal Kalbar Novianyanti yang berhasil meraih medali emas pada PON XX Papua Setelah mengalahkan atlet asal Kalbar di Final, Selasa 12 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah berhasil mengalahkan atlet bela diri asal Jawa Barat pada laga final Tarung Derajat kelas 50,1-54 kg, Novianyanti (29) Atlet unggulan Kalimantan Barat berhasil meraih medali emas pada Pekan Olah Raga Nasional ke XX di Papua.

Medali Emas pada PON Papua ini merupakan emas keduanya pada ajang PON, Sebelumnya, pada tahun 2016 ia pun berhasil menyabet emas pada PON yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat.

Novi sendiri sudah 4 kali berhasil mewakili Kalbar pada ajang PON, yakni pada tahun 2008 dimana ia berhasil menyumbangkan medali perak, PON 2012 ia tidak berhasil meraih Medali, PON 2016 ia berhasil mendapat medali emas, dan PON XX Papua ini ia berhasil kembali mempertahankan emasnya.

Medali Emas yang berhasil diraihnya pada PON XX ini ia persembahkan untuk suami tercintanya yang merayakan ulang tahun ke 33, dan juga untuk putrinya yang masih berusia 4 tahun, yang sudah satu bulan ini ia tinggal untuk persiapan PON XX Papua.

Terima Dua Kali Serangan Telak, Atlet Tarung Derajat Novianyanti Berhasil Raih Emas di PON XX Papua

"Emas ini saya persembahkan untuk Suami yang berulang tahun, lalu putri saya, dan keluarga yang terus mendukung saya,'' tuturnya.

Persiapan PON XX ini diakuinya cukup sulit, dimana dalam persiapannya ia harus membagi waktu antara latihan dan keluarga,terlebih ia memiliki putri yang baru berusia 4 tahun, yang sering kali ia bawa ketempat latihan dalam persiapan PON.

Iapun bersyukur dapat kembalu mengharumkan nama kalbar di kancah nasional dalam ajang 4 tahunan ini.

Pada pertandingan final PON XX ini ia mengaku sempat kesulitan menghadapi lawannya yakni Sri Nurhayati dari Jawa Barat yang secara usia jauh lebih muda dari dirinya.

Novi mengakui dari sisi kecepatan, kekuatan dan stamina, sang lawan sangat baik, dan hal itu cukup membuatnya kesulitan memenangkan pertandingan,..

Pada ronde pertama, Novi mengatakan menerima dua kali pukulan straigt yang cukup telak sehingga membuatnya sempat hilang konsentrasi.

"dironde pertama itu saya menerima straigt kiri pas di muka dan itu lumayan, di ronde pertama itu saya kena dua kali,''ujarnya saat di hubungi Tribun.

Namun, pada ronde kedua iapun berhasil bangkit, berbekal pengalamananya dan latihan panjang yang ia lalui, Novi yang menekuni tarung derajat sejak tajun 2006 ini pun berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved