Daya Beli Masyarakat Sekadau Menurun, DKUKMP Sekadau Paparkan Penyebabnya
Pembelian produk-produk kesehatan tersebut tentunya dalam upaya menanggulangi dan menangkal penyebaran virus Covid-19. Terutama seperti produk masker
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Daya beli masyarakat Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat menurun di tengah pandemi Covid-19. Kepala Bidang Perdagangan DKUKMP Sekadau, Jihon sebut penurunan hingga 35 persen, Senin 11 Oktober 2021.
Jihon mengatakan meski saat ini kondisi daya beli masyarakat terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari menurun, tetapi khusus untuk produk kesehatan mengalami justru mengalami sedikit peningkatan.
"Masyarakat umumnya lebih mengutamakan pembelian masker, hand sanitizer dan vitamin, daripada produk-produk kebutuhan sehari-hari atau makanan. Masyarakat lebih mengutamakan produk kesehatan," ungkap Jihon.
Pembelian produk-produk kesehatan tersebut tentunya dalam upaya menanggulangi dan menangkal penyebaran virus Covid-19. Terutama seperti produk masker yang dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan 5M.
• Kadisporapar Sekadau Sampaikan Pentingnya Organisasi dan Kaderisasi
Sementara itu, dikatakan Jihon penurunan daya beli itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, satu diantaranya dari segi pendapatan masyarakat yang menurun. Meskipun pada kenyataannya dari sektor perkebunan seperti komoditi kelapa sawit dan karet mengalami kenaikan harga, namun hal itu tidak diiringi dengan pendapatan dari sektor lainnya.
"Setidaknya 35 persen daya beli masyarakat menurun, contohnya di pasar Lawang Kuari kompleks pasar baru, masyarakat sedikit yang berbelanja," lanjut Jihon.
Di sisi lain terkait harga kebutuhan pokok, disampaikanya masih stabil. Ketersediaan sembako juga masih terpenuhi.
" Stok beras makin lancar dan sementara aman. Karena kita didistribusi dari Pontianak, kalau transportasi ke kota aman maka stok aman," tandasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sekadau)