Dzikir Sabtu Pagi Agar Mendapat Keberkahan Rezeki dan Didatangkan Kebaikan dan Dihapus Kesalahan

Untuk waktunya sendiri bisa dilakukan sepanjang hari dimulai dari pagi hari hingga petang selama kita bisa melakukan dzikir.

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Tribunnews Wiki / AFP
Dzikir mengingat nama dan keberasaran Allah SWT 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dzikir di pagi hari itu sangat baik dilakukan untuk mengingat Allah SWT atas semua yang telah diberikan.

Sehingga keberkahan rejeki, kesehatan serta lainnya akan ditambah setiap saat.

Dzikir merupakan amalan yang dianjurkan untuk mengingat Allah SWT.

Dzikir ini bisa dengan menyebut nama Allah melalui lafazd pujian kapan dan dimanapun setiap harinya termasuk di Hari Sabtu saat weekend.

Untuk waktunya sendiri bisa dilakukan sepanjang hari dimulai dari pagi hari hingga petang selama kita bisa melakukan dzikir.

Upayakan bisa dilakukan secara istiqomah dan konsisten agar mendapatkan faedah dari apa yang diamalkan.

Sejumlah dzikir akan juga berisi doa yang bisa membuat kehidupan kita lebih baik karena berisi permohonan perlindungan, kelancaran rezeki dan lainnya.

BACAAN Doa Setelah Sholat Fardu 5 Waktu Lengkap Bacaan Dzikir Usai Sholat

Berikut amalan dzikir yang bisa diamalkan mulai pagi hingga petang

1. Ta'awud

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

2. Membaca Sayyidul Istighfar 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved