Breaking News:

Narkoba Jenis Baru Ditemukan di Kabupaten Sambas, Wabup : Kita Ingin BNN Segera Terwujud

Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi mengatakan jika Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah yang rawan akan terjadinya peredaran narkoba. Untuk itu, d

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi (Baju batik merah) saat berdiskusi dengan Bupati Sambas, Satono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi mengatakan jika Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah yang rawan akan terjadinya peredaran narkoba. Untuk itu, dia menegaskan hal itu memang mesti diantisipasi.

Katanya, ancaman peredaran narkoba di Kabupaten Sambas bukan hanya dari luar negeri, tapi juga dari dalam negeri seperti kasus yang baru-baru ini terjadi. Dimana Polres Sambas kembali mengungkap kasus narkoba, dengan jenis baru.

Rofi menjelaskan pencegahan, pemberantasan dan penindakan terhadap penyalahguna narkotika di Kabupaten Sambas butuh sinergi dari semua pihak, baik itu dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum maupun masyarakat itu sendiri.

BREAKING NEWS - Kepolisian Ungkap Kasus Peredaran Narkoba Jenis Baru di Kabupaten Sambas

“Selain peran semua pihak, hal yang paling penting adalah adanya lembaga non kementerian seperti BNN di daerah kita. Karena memang selama ini lembaga itu belum ada," ujarnya, Rabu 6 Oktober 2021, kepada Tribun Pontianak.

Saat ini kata Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Sambas sepenuhnya sudah siap membentuk BNN. Dimana mereka sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung BNN

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam pembangunan tersebut.

"Untuk itu, saya bersikeras agar itu (BNN) segera terwujud. Supaya Sambas mandiri dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkotika bisa lebih maksimal,” katanya.

Kata dia, pencegahan peredaran narkoba di Kabupaten Sambas akan sulit dilakukan jika tidak ada lembaga seperti BNN di Kabupaten Sambas. Belum lagi ungkapnya,  saat ini Sambas masih menginduk ke BNN Kota Singkawang.

“Selama ini BNN kita masih menginduk ke Kota Singkawang, tentu hal itu menjadi faktor penghambat (pencegahan-red) tersendiri dalam penanganan perkara," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved