Breaking News:

Kubu Raya Raih Anugerah Parahita Ekapraya dari Kemen P3A RI

Penghargaan ini diberikan atas berkomitmen dalam pencapaian terwujudnya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat tunjukan penghargaan APE dari Kemen P3A RI. (Prokopim Kubu Raya) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kerja keras Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di masa pandemi Covid-19 tak sia-sia, terbukti Kabupaten Kubu Raya raih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 Kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia

“Penghargaan ini diberikan atas berkomitmen dalam pencapaian terwujudnya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak,” ungkap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, pada Jumat 1 Oktober 2021.

Bupati Muda mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah menginisiasi diselenggarakannya Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021, terutama penghargaan bagi pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak di daerah.

"Alhamdulillah, meskipun pandemi Covid-19, Kubu Raya kembali mendapatkan kepercayaan menerima APE, memang saat ini pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah berkomitmen melaksanakan percepatan pengarusutamaan gender sesuai Amanat Presiden No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang merupakan strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

Sah, APBD Perubahan 2021 Kubu Raya Naik

“Komitmen itu bukan hanya kata-kata, bukan hanya dari formalistik saja, komitmen ini menggerakan semua elemen termasuk pemerintah desa dan masyarakat desa,” ujar bupati.

Bupati menilai, pengaustamaan gender yang menyangkut kepemimpinan, dimasa pandemi Covid-19, semuanya menggerakan kebijakan untuk melakukan 'kepong bakol', seperti di desa, salah satu contoh, melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perempuan, terutama mengawal kebijakan.

"Seperti yang dilakukan teman-teman Paradigta, Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) dan berbagai program pemberdayaan dan isu-isu kesetaraan gender ini tidak hanya formalitas, namun memperkuat inklusi dan semuanya bergerak, terutama saling berkoordinasi,” jelas bupati.

Ia menyampaikan, semua ini mengejar langkah-langkah yang terkait dengan pola kerja pemerintah, seperti kesehatan ibu dan anak dan hal ini juga diyakini kalau proses itu mampu memberikan perlindungan dan sekaligus meyakinkan generasinya itu generasi yang terbawa kesetaraan dan tidak termarjinalkan, yang semua diperlakukan secara berdaya.

"Penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berkomitmen dan mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di kabupaten/kota nantinya diharapkan akan benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi SDM perempuan yang memang benar memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan,” pungkas Bupati Kubu Raya dua periode ini. (*)

(Simak berita terbaru dari Kubu Raya)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved