Breaking News:

Hujan Kembali Tunda Final Panjat Tebing, Cabor Andalan Anggar Optimis Sabet Medali di PON Papua

Tim anggar PON Kalbar memiliki peluang untuk mendapatkan medali, sama dengan kontingen daerah lain

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/Verdiana Rihandini
Pelatih Anggar Verdiana Rihandini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan gelaran PON-PON sebelumnya, cabang olahraga anggar menjadi ladang untuk mendulang medali emas.  Anggar andalan Kalbar diyakini tetap mampu menyumbang medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelatih anggar Kalbar Verdiana Rihandini optimistis jika para atletnya bisa kembali meraih medali pada PON XX. Namun ia menilai, peluang Kalbar untuk mendapatkan medali potensinya sama dengan daerah lain.

“Tim anggar PON Kalbar memiliki peluang untuk mendapatkan medali, sama dengan kontingen daerah lain. Saya katakan itu, sebab dua tahun terakhir ini event pertandingan tidak ada. Jadi setiap daerah sama-sama mulai dari awal,” ujar Verdiana sebelum validasi data atlet dan pelatih anggar, di Kantor KONI Merauke, pada Kamis 30 September 2021.

Ia menyampaikan, peluang medali bisa diraih. Sebab, di PON kali ini atlet-atlet anggar senior tidak dibolehkan ikut serta dalam ajang empat tahunan ini. Aturan batas umur maksimal 26 tahun menguntungkan para atlet muda untuk bersaing merebut medali.

Anggar Kalbar Optimis Sabet Banyak Medali di PON XX Papua

Dian, sapaan akrabnya mengungkapkan, atlet muda anggar Kalbar, Mery yang bermain di kategori floret putri miliki peluang untuk dapat medali. Pengalaman dan raihan prestasi saat bertanding di PON lalu, kata Verdiana, menjadi modalnya untuk tampil lebih baik lagi di PON Papua.

Pada PON XIX 2016 di Jabar, Mery berhasil menyumbang dua medali, masing-masing perunggu pada kategori perorangan dan emas beregu. "Selain Mery, semua atlet anggar Kalbar ini miliki peluang sama. Sebab senior dipastikan tidak bisa turun,” ujarnya.

Dian yang berhasil menyumbang emas di tiga pagelaran PON terakhir ini menjelaskan peta kekuatan tim anggar di Indonesia.

Menurutnya, ada tujuh provinsi yang mesti diwaspadai yaitu Papua, Riau, Jabar, Sumsel, Kaltim, Jatim dan DKI Jakarta.

Dian mengatakan, secara mental anak-anak asuhnya siap bertanding. Beberapa atlet bahkan sudah berpengalaman dalam PON sebelumnya. Dalam upaya menjadikan mental para atlet, dirinya kerap mengadakan kompetisi lokal sesama atlet anggar.

Ia menilai, jika tidak dilakukan uji tanding, atlet bakal minim jam terbang. “Di masa pandemi seperti ini, salah satu cara menjadikan mental atlet dengan melakukan turnamen rutin sesama atlet anggar,” ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved