UPDATE Medali PON XX Papua, Beta Awari Tambah Perolehan Medali Kalbar dari Cabang Judo
Ketua Kontingen Kalbar PON XX Papua Cluster Mimika Suhadi mengatakan Beta Awari di babak semifinal berhasil mengalahkan Atlet Banten, Dicky Zulfikar.
Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Atlet Cabang olahraga (Cabor) Judo Kontingen Kalimantan Barat, Beta Awari menyumbang medali pertama bagi Kontingen Kalbar pada PON XX Papua 2021. Beta Awari harus puas mendapat medali perak setelah kalah melawan Atlet Yuda Papua.
Ketua Kontingen Kalbar PON XX Papua Cluster Mimika Suhadi mengatakan Beta Awari di babak semifinal berhasil mengalahkan Atlet Banten, Dicky Zulfikar.
“Beta panggilan akrab Beta Awari, di babak semifinal berhasil mengalahkan Atlet Yudo dari Banten Dicky Zulfikar dengan mendapatkan nilai telak yaitu Ippon (nilai sempurna),” ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak, Kamis 30 September 2021.
• Polres Kubu Raya Membekuk Saleh Kurap, Gembong Narkoba yang Kabur dari Lapas 2A Pontianak
Suhadi mengungkapkan pada laga semifinal itu kedua atlet cukup berhati-hati sehingga beberapa kali dilakukan perpanjangan waktu.
“Beberapa kali dilakukan perpanjangan waktu dan akhirnya Beta Awari keluar sebagai pemenangnya,” kata Suhadi.
Sementara itu, imbuh Suhadi, dalam partai Final Beta Awari harus berhadapan dengan tuan rumah Papua.
Menurutnya secara fisik kuda-kuda Beta Awari lebih kokoh namun karena suporter Atlet Tuan Rumah membuat Beta Awadi harus puas dengan medali perak.
“Supporter Papua yang membahana, membuat Atlet Yudo Kalimantan Barat, harus puas dengan medali perak,” imbuhnya.
Dalam laga final itu Atlet Yudo Kalbar Beta Awari harus mengakui keunggulan Atlet Yudo Papua, Ilham Fadillah. Beta Awari kalah dengan poin wazari atau kalau poin dan kehabisan waktu.
Suhadi menyampaikan bangga atas prestasi yang diraih Atlet Yudo Kalbar Beta Awari walaupun hanya mampu membawa medali perak.
“Beta Awari yang berjuang habis-habisan untuk masuk Final walaupun akhirnya hanya meraih medali perak,” katanya.
Namun bagi Kontingen Kalbar memberikan apresiasi kepada yang Beta Awari karena waktu untuk menuju Final memerlukan perjuangan speaktakuler.
“Ini perjuangan spektakuler karena paling lama waktunya dalam mengalahkan lawannya,” sambungnya.
Menurut Suhadi faktor dukungan supporter tuan rumah Papua membuat konsentrasi Beta Awari terganggu dan lengah.
“Terus terang kekalahan Beta Awari di samping suporter tuan rumah yang terus menerus memberikan dukungan atlet tuan rumah, membuat konsentrasi peyudo kita terganggu dan lengah,” tuturnya. (*)
Update Informasi Seputar Kota Pontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/atlet-yudo-kalbar-beta-awari-sdf-sdf.jpg)