YIARI Gandeng Politap Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

Sehingga kami melihat buah nanas perlu dijadikan produk olahan, supaya bisa disimpan lama dan dijual dengan harga yang lebih tinggi

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
60 orang ibu-ibu Petani nanas Desa Sungai Besar dan Desa Pematang Gadung Saat Melakukan Pengolahan Nanas menjadi Aneka Produk Olahan. Foto istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Yayasan Inisiasi Rehabilitasi Alam Indonesia (YIARI) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Ketapang (Politap) mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan nanas menjadi aneka produk olahan.

Kegiatan dilaksanakan mulai 27 - 28 September 2021 yang bertempat di Balai Dusun, Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 ibu-ibu petani nanas Desa Sungai Besar dan Desa Pematang Gadung yang merupakan desa dampingan YIARI.

Bertindak sebagai trainer dari Politap dalam kegiatan ini adalah Ningrum Dwi Hastuti,S.TP.,MP dan Pak A. Nova Zulfahmi,S.Pi.,M.Sc.

APBD Perubahan Kabupaten Ketapang Tahun 2021 Disahkan

Serta turut hadir dalam acara pembukaan adalah Direktur Politeknik Negeri Ketapang Endang Kusmana,SE.,MM.,Ak.CA.

Dalam sambutannya, Endang Kusmana menyampaikan bahwa Politap siap membantu untuk mendampingi desa binaan YIARI, satu diantara bentuk dukungan yang diberikan yakni dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan tersedianya mesin packaging yang bisa digunakan.

"Selain itu kami juga dapat mensupport dengan adanya sentral Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Politap," ujar Endang.

Sementara itu, selaku Koordinator Program Community Development YIARI Markolaus Sutopo, S.E menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen YIARI dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui peningkatan ekonomi masyarakat.

Sutopo menilai, kegiatan pelatihan pengolahan nanas menjawab kegelisaan petani disaat musim panen melimpah dengan harga murah dan bahkan cenderung tidak laku dan pada akhirnya buah menjadi busuk.

"Sehingga kami melihat buah nanas perlu dijadikan produk olahan, supaya bisa disimpan lama dan dijual dengan harga yang lebih tinggi," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved