Breaking News:

Berita Video

Rusuh di Lapas Perempuan Pontianak, Sejumlah Fasilitas Lapas Dirusak

pihaknya akan melakukan upaya yang lebih humanis kepada warga binaan dalam menegakkan aturan, satu diantaranya ialah Lapas dan rutan Zero handphone

Editor: Jamadin

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga binaan di lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A Pontianak berontak dan membuat kericuhan, Selasa 27 September 2021.

Peristiwa itu terjadi saat petugas Lapas melakukan razia handphone, dan merteka tidak terima.

Pelaksana tugas Kadiv Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar, Eka Jaka Riswanta yang meninjau langsung ke Lapas Perempuan Kelas 2 A Pontianak menyampaikan bahwa peristiwa ini terjadi pada saat sore hari, ketika petugas Lapas melakukan razia handphone rutin, namun terdapat sejumlah warga binaan yang tidak terima karena handphonenya disita yang kemudian  memicu kerusuhan.

"Jadi sebenarnya kita memang saat ini sedang gencar - gencarnya menertibkan HP dan jaringan listrik, untuk mencegah kejadian - kejadian yang lalu, pengendalian narkoba di dalam lapas, dan sebagainya. dan biasalah ketika kita gencar menertibkan, yang ditertibkan ada semacam ketidakpuasan,"ujar Eka ditemui setelah bertemu dengan warga binaan,  Selasa 28 September 2021 malam.

Lapas Pontianak Berikan Sejumlah Kegiatan Bagi Warga Binaan, Rehabilitasi Ketergantungan Narkoba

Pada saat itu, dikatakannya petugas yang melakukan razia dapat keluar dari blok hunian, namun 3 petugas jaga di blok tersebut yang sempat tertahan di dalam saat kejadian.

"Bukan disandera, namun pada saat kejadian, petugas yang merazia sudah keluar, mereka yang merupakan petugas jaga di dalam masih tertahan,"katanya.

Kendati demikian, Eka memastikan bahwa ketiga pegawai itu dalam kondisi baik - baik saja.

"Tidak apa apa, tidak ada yang disakiti, tidak ada yang terluka, tidak ada yang dipukul,"tuturnya.

Walau tak melukai petugas, pada kerusuhan itu warga binaan yang hilang kendali sempat membakar sejumlah barang berupa kain dan merusak sejumlah fasilitas di dalam Lapas, di antaranya CCTV, Wartel, meja, kursi, TV dan sejumlah fasilitas lainnya.

Sekira 1,5 jam, akhirnya kerusuhan itupun berhasil diredakan oleh petugas Lapas bersama Kepolisian yang ada berada di lokasi, setelah handphone yang disita dikembalikan ke warga binaan untuk mencegah kerusuhan yang lebih luas.

Eka Jaka menyampaikan, pihaknya akan melakukan upaya yang lebih humanis kepada warga binaan dalam menegakkan aturan, satu diantaranya ialah Lapas dan rutan Zero handphone.

"Perintah Pak Dirjen Pas Lapas dan Rutan harus Zero handphone, dan kita akan lakukan upaya yang lebih humanis lah agar mereka (warga binaan) tidak kaget,"ujar Eka.

Saat ini, di dalam Lapas Perempuan Kelas 2 A sendiri dihuni sebanyak 262 warga binaan, dan sebagian besar diantaranya merupakan kasus narkoba.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved