Breaking News:

Pola Hidup Sehat

JENIS Bakteri Coliform yang Menyebabkan Penyakit Tifus dan Diare, Apa Gejala Penyakit Tipes ?

Tifus dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung....

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Bakteri Penyebab Penyakit Tifus. 

Untuk mengeluarkan panas dari dalam, otak akan langsung memerintahkan kelenjar keringat mengeluarkan cairan lewat pori-pori sebagai cara mengembalikan tubuh Anda ke suhu normalnya.

UNTUK Mencegah Penyakit TBC Maka Diberikan Vaksin ? Terbukti Mampu Mencegah TBC Selama 15 Tahun

3. Tubuh terasa lemas

Saat terkena tipes, tubuh rasanya pasti lemas dan tidak berenergi. Hal ini umum terjadi karena gejala tipes yang berupa diare membuat tubuh terus membuang banyak cadangan cairan dan elektrolitnya lewat feses serta keringat.

Padahal, cairan elektrolit berfungsi membantu otot agar bisa bekerja dan berkontraksi dengan baik.

Maka tak heran jika tubuh Anda akan terasa lebih lemah, lesu, dan tidak bertenaga saat sakit tipes.

4. Gangguan pencernaan

Tipes adalah penyakit infeksi yang menyerang pencernaan, khususnya usus.

Maka tidak heran jika salah satu gejala yang umum muncul adalah gangguan pencernaan, baik itu diare atau sembelit.

Diare lebih sering menjadi gejala tipes pada anak, sedangkan sembelit lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Usus yang terinfeksi bakteri tidak dapat mencerna makanan dengan baik yang membuat proses penyerapan air ikut terganggu.

Akibatnya, usus akan mengambil lebih banyak cairan dari dalam tubuh untuk dapat memproses makanan sehingga feses yang keluar akan bertekstur cair.

Sementara itu, gejala sembelit pada orang dewasa yang kena tipes diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menghambat pergerakan usus.

5. Sakit perut

Gejala tipes yang menyerang perut ini juga masih ada hubungannya dengan diare.

Sakit perut akibat tipes memang sering dibarengi dengan gejala diare.

Perut akan terasa sakit selama infeksi masih menyerang sistem pencernaan.

Sistem pencernaan yang bermasalah kemudian akan meminta bantuan otak untuk memicu otot usus berkontraksi agar feses segera dikeluarkan.

Selama proses ini, perut Anda akan terasa kram dan mulas.

Anda umumnya akan merasakan sakit perut dan diare dalam 8 sampai 72 jam setelah terpapar bakteri Salmonella.

6. Hilang nafsu makan

Penurunan nafsu makan juga merupakan wujud dari respon peradangan dalam tubuh.

Sistem imun akan merangsang otak untuk melepaskan zat kimia bernama leptin yang bekerja menurunkan nafsu makan.

Penurunan nafsu makan saat tipus ini juga bertindak untuk mencegah bakteri masuk lebih banyak lagi lewat makanan.

Saat Anda makan lebih sedikit pun, artinya Anda memberikan asupan makanan yang lebih sedikit bagi bakteri yang ada dalam tubuh Anda. Pada akhirnya, bakteri yang kelaparan akan lebih cepat mati.

Gejala penurunan nafsu makan umumnya muncul menandakan tubuh sedang dalam proses pemulihan dari tipes.

Gejala tifus ini biasanya terjadi hanya sebentar saja pada orang dewasa.

7. Mual dan muntah

Mual dan muntah menjadi gejala tipes pada orang dewasa sebagai wujud peradangan di dalam sistem pencernaan.

Ketika bakteri penyebab tipes menginfeksi dinding lambung dan usus, sistem imun akan merespon serangan tersebut dengan mengirimkan sinyal ke otak untuk memunculkan rasa mual.

Otak kemudian akan memicu organ pencernaan memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Alhasil, Anda merasa mual dan bisa muntah-muntah.

Dengan kata lain, mual dan muntah merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari dalam sistem pencernaan.

Pengobatan Penyakit Tifus 

Penanganan penyakit tifus dilakukan dengan pemberian obat antibiotik.

Pengobatan bisa dilakukan di rumah atau perlu dilakukan di rumah sakit.

Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit tipes yang dialami pasien. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved