Bagaimana Proses Pencernaan Hewan Ruminansia?
Hewan ruminansia memakan daun dan rumput untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hewan Ruminansia adalah hewan mamalia yang menguyah makanannya dua kali.
Hewan ruminansia memiliki ciri khusus yaitu memiliki lebih dari satu perut di dalam tubuhnya.
Sistem pencernaan hewan ruminansia lebih kompleks dibandingkan pencernaan pada hewan lainnya.
Hewan ruminansia memakan daun dan rumput untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Awalnya ruminansia akan mengunyah rumput dengan cepat dan mencampurnya dengan air liur.
• Upaya Menjaga Habitat Alami, Berikut 5 Manfaat Air Bagi Hewan
Rumput kemudian ditelan dalam kondisi yang masih kasar dan dimasukan kedalam reticulum dan rumen.
Dilansir dari Biology LibreTexts, cairan dari makanan akan masuk ke retikulum dan makanan yang masih padat akan masuk ke rumen.
Cairan makanan dalam retikulum kemudian dialirkan ke omasum dan abomasum untuk kemudian diserap nutrisinya oleh tubuh.
Di dalam rumen, makanan tersebut difermentasi oleh mikroba yang bisa memecah selulosa tumbuhan.
Setelah difermentasi, makanan akan dibentuk menjadi bola yang disebut dengan cud dan dimuntahkan.
Cud yang dimuntahkan kemudian akan dikunyah kembali oleh ruminansia hingga selulosanya terpecah dan nutrisinya dapat diserap.
• Hak dan Kewajiban Terhadap Hewan Peliharaan
Jika makanan masih keras dan sulit dicerna, makanan akan dimasukan ke dalam sekum (caecum) untuk dicerna ulang.
Inilah mengapa hewan ruminansia selalu terlihat mengunyah padahal tidak ada makanan di sekitarnya.
Contoh Hewan Ruminansia Setelah mengetahui sistem pencernaanya, bisakah kamu menebak hewan apa saja yang tergolong ruminansia?
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, hewan yang tergolong ruminansia adalah sapi, banteng, kerbau, kambing, jerapah, rusa, impala, kancil, okapi, dan antelop.
Dilansir dari Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Lebak, berikut adalah penjelasan mengenai proses pencernaan pada hewan ruminansia.
1. Pencernaan secara mekanis
Pencernaan secara mekanis dilakukan di dalam mulut.
Makanan yang sudah dikunyah di dalam mulut, setelah istirahat, akan dikeluarkan kembali, dan dikunyah lebih halus.
Proses pencernaan ini dibantu oleh air liur atau saliva untuk membuat proses pengunyahan lebih mudah.
Selain itu, air liur juga membantu menetralkan asam dari pakan ternak saat masuk ke dalam rumen.
2. Pencernaan pada rumen
Rumen adalah perut besar dan merupakan bagian lambung paling besar dalam pencernaan hewan ruminansia.
Fungsi rumen adalah sebagai tempat fermentasi oleh mikroba, tempat absorbsi VFA, dan tempat pencampuran makanan.
Rumen sapi memiliki jenis bakteri yang berbeda dengan jumlah yang sangat banyak.
Selain itu, terdapat beberapa tipe protozoa yang membantu memanfaatkan serat dari bahan pakan dan sumber nitrogen non protein.
3. Pencernaan pada retikulum
Retikulum adalah organ pencernaan hewan ruminansia yang bagian dalamnya mirip dengan jala sehingga disebut juga perut jala.
Fungsi retikulum adalah sebagai tempat fermentasi pakan oleh mikroorganisme.
Hasil fermentasi dari retikulum adalah VFA, amonia, dan air.
4. Pencernaan pada omasum
Omasum adalah lambung ketiga yang dimiliki hewan ruminansia.
Disebut sebagai perut buku, omasum memiliki lipatan-lipatan seperti buku.
Proses pencernaan pada omasum masih termasuk fermentasi mikroorganisme.
Selain itu, omasum juga berfungsi mengatur arus ingesta ke abomasum dan menyaring partikel yang besar.
5. Pencernaan pada abomasum
Abomasum terbagi menjadi tiga, yakni florika (sekresi mukus), fundika (sekresi pepsinogen, renin, dan mukus), serta kardia (sekresi mukus).
Abomasum adalah tempat permulaan pencernaan protein dan pengatur arus digesta ke duodenum.
6. Pencernaan pada usus halus
Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum, dan ileum.
Bakteri dari lambung tidak bisa hidup di duodenum karena kondisi asam dalam duodenum.
Dalam tahap pencernaan ini, makanan akan dicerna dengan bantuan enzim dari dinding usus sehingga partikelnya lebih halus.
7. Pencernaan pada usus besar
Sisa-sisa dari proses pencernaan sebelumnya akan didorong ke usus besar.
Sisa pencernaan tersebut masih memiliki mineral dan air yang akan diserap di usus besar.
Seluruh zat yang diserap akan didistribusikan ke seluruh tubuh, sedangkan sisa pencernaan akan dikeluarkan melalui rektum.
Sumber: Tribunnews, Kompas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pemerah-susu-sapi-di-peternakan-sapi-adalah-contoh-hewan-ruminansia.jpg)