Breaking News:

Daniel Johan Dorong Bimtek Untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Sambas

untuk penggunaan teknologi pertanian nantinya diharapkan dapat memaksimalkan hasil pertanian, juga diharapkan bisa menghemat waktu.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Tani dan Petani di Jalan Sungai Kelambu, Desa Mensere, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. (Istimewa) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengatakan jika dia akan terus mendorong dan memperjuangkan program pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sambas, dan Kalimantan Barat.

Dikatakan dia, seperti pelaksanaan Bimbingan teknis (Bimtek) untuk teknologi perbenihan dan persemaian padi sistem dapog, yang diselenggarakan di BPP di Tebas. Menurutnya, itu adalah program yang juga terus ia dorong, sehingga dari hasil Bimtek tersebut bisa memberikan masukan untuk ia perjuangkan di Komisi IV DPR RI.

"Penggunaan inovasi teknologi dalam pertanian, dapat mempermudah dan meringankan petani. Karenanya, melalui Bimtek yang telah dilaksanakan, kita berharap bisa memberikan masukan kepada saya. Apa saja yang nantinya yang akan kita sempurnakan, termasuk program yang bisa kita dorong. Akan saya perjuangkan di komisi IV," ujarnya, melalui sambungan virtual, Selasa 21 September 2021.

Dijelaskan oleh dia, untuk penggunaan teknologi pertanian nantinya diharapkan dapat memaksimalkan hasil pertanian, juga diharapkan bisa menghemat waktu.

BPTP Kalbar Gelar Bimtek di Sungai Kelambu

"Adalah alat yang menggunakan alat rice transplanter (mesin tanam benih padi), dengan harapan ini bisa menghemat waktu. Dengan sistem ini kita hanya membutuhkan tiga sampai empat jam untuk satu hektar, dengan sistem ini pula hanya perlu biaya Rp 500 ribu perhektar," tuturnya.

Karena apa kata Daniel, sebelumnya jika menggunakan alat tanam tradisional maka untuk satu hektare lahan petani butuh waktu dua hari untuk menanam satu hektar lahan. Dengan sistem baru ini akan bisa menghemat waktu tanam dan tidak memerlukan banyak orang.

Lebih lanjut dia menuturkan, jika sistem dapog ini memang harus didukung dengan irigasi yang baik. Sementara itu kata dia, untuk saat ini masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan, yang agak sulit untuk dijalankan. Sehingga mesti di cari solusinya kaya Daniel.

"Nanti kita harus petakan di Sambas dan di Kalbar, karena dengan sistem irigasi yang baik kita bisa menerapkan sistem dapog ini. Dan dari hasil Bimtek itulah nantinya saya harapkan masukan, agar nanti bisa disempurnakan dan di perjuangkan di Komisi IV," kata Daniel Johan.

Untuk itu, selain memperjuangkan nasib petani di parlemen, dia juga berharap agar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, menjadi garda depan peningkatan sumber daya.

"Saya berharap melalui kegiatan Bimtek yang dilakukan, kita berharap BPTP menjadi salah satu garda terdepan peningkatan kualitas sumber daya di Kalbar," tutup Daniel Johan. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved