PWNU Kalbar Tunjuk Pontren Riyadhul Ulum Sebagai Pelaksanaan Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri

Ketua Gugus Kerja P3M PWNU Provinsi Kalbar, Hermawansyah, menyebutkan P3M sebagai langkah nyata mengonsolidasi potensi dan sumberdaya seluruh elemen N

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
foto bersama seusai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat meluncurkan Gugus Kerja Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri (P3M) di Pondok Pesantren Riyadhul Ulum, Gang Usaha Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu 19 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat meluncurkan Gugus Kerja Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri (P3M) di Pondok Pesantren Riyadhul Ulum, Gang Usaha Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu 19 September 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris PWNU Provinsi Kalbar, H Hasyim Hadrawi beserta jajarannya, dan pengurus PCNU Kabupaten Mempawah.

Ketua Gugus Kerja P3M PWNU Provinsi Kalbar, Hermawansyah, menyebutkan P3M sebagai langkah nyata mengonsolidasi potensi dan sumberdaya seluruh elemen NU Kabupaten Mempawah untuk membangun kemandirian pesantren dan keberdayaan umat.

Cegah Ancaman Penyakit di Pesantren, LKPBNU Luncurkan Program Pesantren Sehat Termasuk di Kalbar

“Kita memiliki potensi SDM dan lainnya serta lembaga yang besar dan luas, hanya saja belum terintegrasi dan digali maksimal. Untuk itulah hadir P3M untuk mengonsolidasi potensi dan sumber daya yang ada untuk bersama-sama berkhidmat membangun kemandirian pesantren dan keberdayaan umat,” ujarnya.

Kemudian di tempat yang sama, Wakil Ketua Tandfizah PCNU Kabupaten Mempawah, Mulyadi, mengatakan bahwa saat ini masalah umat jamiiyah NU pada umumnya secara klasik sama dengan yang dihadapi masyarakat, yakni menyangkut kapasitas SDM dan kemiskinan.

Ditegaskannya juga bahwa upaya pendidikan umat sudah menjadi khittah NU melalui pondok pesantren.

“Sementara agenda pengentasan kemiskinan umat yang perlu dijawab dengan usaha terencana, sistematis dan terintegrasi dan satu di antaranya P3M. Sehingga dalam jangka panjang dapat menopang upaya untuk membangun kemandirian pesantren," katanya.

Dikatakannya juga, program dan kegiatan dari kementerian atau lembaga pemerintah, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya selama ini telah banyak bekerjasama dengan pesantren secara langsung.

Namun belum terkonsolidasi dengan baik, sehingga tidak dapat diukur kontribusinya terhadap agenda strategis pemerintah.

Misalnya agenda pengentasan kemiskinan, kemandirian pangan, pencegahan stunting, pencegahan Karhutla dan restorasi gambut, desa mandiri, SDGs desa, dan lain sebagainya.

"Karena itu, seyogyanya pesantren dengan potensi dan kapasitas kekhususannya masing-masing dapat berperan aktif dalam pencapaian target program prioritas pemerintah," terangnya.

Lebih lanjut kata Mulyadi, langkah yang diambil melalui P3M yakni menyediakan panduan program dan kegiatan pemberdayaan pesantren secara terencana, sistematis dan terintegrasi, serta berorientasi jangka panjang menuju kemandirian pesantren.

PELTI Mempawah Gelar Kejuaraan Tenis Lapangan Bupati CUP 2021

Kemudian melakukan fasilitasi dan pendampingan kerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki irisan program dan kegiatan berbasis pesantren.

"Kami juga akan membuat forum konsolidasi bersama lembaga dan badan otonom NU dalam membangun sinergi, kolaborasi dan integrasi agenda pemberdayaan pesantren dan menyediakan layanan dan pendampingan pengembangan kapasitas pesantren sebagai institusi yang swadaya dan mandiri," terangnya.

Sebagai penutup, Mulyadi juga berterimakasih kepada PWNU Kalbar atas ditunjuknya salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Mempawah sebagai inkubator Pelaksanaan Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved