Breaking News:

Pemda Kapuas Hulu Tegaskan Belum Ada Hasil Penelitian Daun Kratom Berbahaya Bagi Kesehatan

Asisten Bidang Pemerintahan, Setda Kapuas Hulu, Jantau menyatakan, sejauh ini belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa tanaman daun Kratom be

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama perwakilan Pemda Kapuas Hulu dengan BNN RI, dalam acara Bimtek stakholder pada kawasan rawan narkoba yang diselenggaran oleh BNN RI, di Hotel Banana Putussibau, Kamis 16 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menghadiri kegiatan Bimtek stakholder pada kawasan rawan narkoba yang diselenggaran oleh BNN RI, di Hotel Banana Putussibau, Kamis 16 September 2021.

Asisten Bidang Pemerintahan, Setda Kapuas Hulu, Jantau menyatakan, sejauh ini belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa tanaman daun Kratom berbahaya bagi kesehatan.

"Soalnya hanya baru perkiraan dan dugaan saja. Maka untuk itu harus ada kepastian hukum terhadap daun Kratom ini dari pemerintah pusat, sehingga semuanya jelas," ujarnya. 

Bawaslu Kapuas Hulu Akan Uji Petik DPB, Ini Tujuannya

Maka diharapkan, kepada BNN RI ada solusi bagus jika seandainya Keratom ini dilarang, upaya apa yang akan dilakukan. "Paling tidak ada pengganti Kratom, karena pemerintah daerah juga sudah semaksimal mungkin dalam mencari solusi pengganti Kratom ini," ucapnya.

Dijelaskannya, kalau memang Kratom ini dilarang berarti ada aturan yang jelas. Baik aturan yang dikeluarkan kementrian maupun negara.

"Sekarang ini masih terkatung - katung, sehingga pemerintah juga sulit untuk melarang masyarakat menanam Kratom," ujarnya.

Oleh karena itu kata Jantau, melalui pemberdayaan masyarakat dan sebagainya perlu ada keterlibatan semua Stakholder baik pemerintah pusat, maupun daerah karena Kratom itu sudah menjadi mata pencaharian masyarakat.

"Jika Kratom ini dihentikan maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, apabila harus dilarang daun kratom, harus ada sebuah kewajiban pemerintah untuk mempersiapkan pengganti daun kratom yang sudah menjadi matapencaharian masyarakat.

"Kita tau bersama bahwa, kalau mengandalkan tanaman karet dan kain sudah tidak bisa, untuk itu kita butuh alternatif pengganti Kratom," ungkapnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved