Breaking News:

Bawaslu Kapuas Hulu Akan Uji Petik DPB, Ini Tujuannya

"Sampling uji Petik meliputi beberapa indikator dengan kategori pemilih yang meninggal, pindah datang atau domisili, pemilih pemula, pemilih usia belu

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Koordinator Divisi (Koordiv) Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kapuas Hulu, Haidir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Koordinator Divisi (Koordiv) Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kapuas Hulu, Haidir menyatakan, kalau saat ini pihaknya sedang mempersiapkan uji Petik daftar pemilihan berkelanjutan (DPB) di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Pelaksanaan uji Petik DPB akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 23 September 2021, dan dilaksanakan secara serentak se Provinsi Kalbar," ujarnya kepada Tribun, Kamis 16 September 2021.

Dalam uji Petik DPB tersebut Bawaslu Kapuas Hulu akan membentuk tim yang akan mencakup 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Dimana uji Petik DPB basis data dari KPU Kabupaten Kapuas Hulu, yang diawali dari pemerintah kecamatan dalam rangka koordinasi, kemudian ke tingkat desa hingga ke alamat pemilih.

"Sampling uji Petik meliputi beberapa indikator dengan kategori pemilih yang meninggal, pindah datang atau domisili, pemilih pemula, pemilih usia belum 17 tahun sudah menikah, alih status dari sipil menjadi TNI/Polri dan sebaliknya," ucapnya.

Berikut Kegiatan Beberapa Polsek Jajaran Polres Kapuas Hulu, Cek Oksigen dan Pengamanan Vaksinasi

Selain itu juga jelas Haidir, tim nantinya akan mendatangi rumah pemilih dengan indikator pindah domisili. Kemudian, mengacu kepada basis data dari KPU, yaitu daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 dan Pilkada 2020, Bawaslu juga melakukan koordinasi dengan beberapa dinas atau instansi seperti Disdukcapil, Kemenag, Imigrasi, Pengadilan Agama dan Dinas Pendidikan, berkaitan dengan proyeksi pemilih pemula.

"Mengapa harus dilaksanakan uji Petik DPB karena memang, sering ditemukan permasalahan yang muncul dalam DPT Pemilu. Permasalahan itu antara lain, ditemukannya data pemilih yang sudah meninggal dunia," ujarnya.

Maka dari itu kata Haidir, uji Petik ini untuk menguatkan dari sisi akuntabilitas dan validitas data. Sehingga ketika nanti ditemukan kekeliruan, maka Bawaslu akan memberikan saran perbaikan data ke KPU.

"Jadi sebagai fungsi pengawasan, Bawaslu Kapuas Hulu akan selalu mengawasi dan berkoordinasi dengan KPU, sampai kepada tahapan ditetapkannya DPT," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved