Dekan FISIP Untan Harapkan Pembelajaran Tatap Muka di Kampus Terbatas
“Kegiatan akademik, pelayanan mahasiswa, layanan pendaftaran tingkat akademik, seminar, skripsi dan thesis untuk mahasiswa serta hasilnya baik,” ujarn
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjung Pura Pontianak, mengharapkan PTM terbatas pada tahun 2022.
Saat ini pembelajaran Fisip Untan masih melakukan pembelajaran daring yang disebut berbasis online.
Dekan FISIP Untan, Dr. H. Maryoto mengatakan kampus juga membuat link digital agar mahasiswa dapat mengakses kegiatan pembelajaran.
“Kegiatan akademik, pelayanan mahasiswa, layanan pendaftaran tingkat akademik, seminar, skripsi dan thesis untuk mahasiswa serta hasilnya baik,” ujarnya saat diwawancarai TribunPontianak.co.id, Pada Kamis, 16 September 2021.
Ia menjelaskan, selama dua tahun pandemi ini ada kebijakan baru dari Kemendikbud ristek agar PTM kampus di mulai.
“Karena jumlah mahasiswa FISIP Untan banyak sehingga kalau ada terlaksana PTM maka kita menghindari terjadi kerumunan mahasiswa pada saat di kampus dan lokasi kantin serta warung kopi, namun, kita juga mengadakan tatap muka apabila ada acara kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan seperti seminar terbatas, bimbingan dan juga ujian skripsi,” ucapnya.
• Gubernur Sutarmidji Buka Seminar Akselerasi Perkembangan Industri Sawit
Ia mengungkapkan, Kemendikbud ristek juga mengelontorkan dana 8 Triliun, “Kegiatan tersebut membantu kegiatan daring dari pendidikan perguruan dasar dan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pada tahun 2022 kita bersiap menggelar PTM terbatas.
“Jangan sampai kegiatan daring ini merasa enak bagi mahasiswa, tetapi yang kita harapkan kepada mahasiswa lebih mengenal, peduli lingkungan kampusnya kalau sudah PTM berlangsung pada tahun 2022 awal, dan PTM ini kita akan lakukan secara bertahap sesuai kondisi Covid-19 di Kota Pontianak, serta rata-rata keluarga besar FISIP Untan sudah mendapatkan vaksinasi,” katanya.
Ia pun berharap, dengan program pemerintah vaksinasi massal masyarakat lebih peduli dan sadar.
“Adanya pandemi virus Covid-19 memang sangat prihatin, khususnya masyarakat kampus dan masyarakat kalbar harus mengikuti vaksin ini agar menjaga daya imun tubuhnya guna membentuk Herd Immunity,” ucapnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)