Bupati Mempawah Damaikan Pihak-pihak pada Peristiwa Perkelahian di Segedong yang Berujung Kematian

Bupati Mempawah, maju sebagai mediator bersama jajaran Forkopimda, dan menghadirkan kedua Tokoh, baik Dayak maupun Bugis. Bupati Mempawah mengaku lega

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Temenggung Dayak Mempawah, Rapinus, membacakan kesepakatan damai, di Kantor Bupati Mempawah, Rabu 15 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kerukunan dan toleransi sesama masyarakat Kabupaten Mempawah kembali tercipta.

Dengan tetap mengedepankan asas kekeluargaan, kesalahpahaman yang terjadi di Kecamatan Segedong beberapa waktu lalu dapat diselesaikan dengan suasana hangat penuh keakraban.

Bupati Mempawah, maju sebagai mediator bersama jajaran Forkopimda, dan menghadirkan kedua Tokoh, baik Dayak maupun Bugis. Bupati Mempawah mengaku lega melihat langsung kedua pihak sepakat damai.

Kesaksian Anak Korban dalam Kasus Maut Mantan Kapolsek Mandor di Segedong! Selamat Jalan Komandan

"Saya terharu melihat para tokoh saling merangkul satu sama lain," ujarnya, Kamis 16 September 2021.

Erlina melanjutkan kisahnya, bahwa saking harunya beberapa tokoh yang hadir turut merasakan kebahagiaan hingga meneteskan air mata bahagia.

"Begitu harunya saya lihat ada yang menetes air matanya, termasuk Pak Wakil Bupati. Pak Dandim berkaca-kaca, tentunya kita semua ikut bahagia," katanya.

Erlina mengucapkan terima kasih kepada para tokoh yang hadir serta seluruh masyarakat yang telah menanggapi berbagai permasalahan dengan kepala dingin.

"Semuanya bersaudara, jika kita bergandeng tangan, kita optimis suasana makin kondusif dalam rangka mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved