Doa Katolik

Makna Doa Ave Maria atau Salam Maria Menurut Iman Katolik

Doa kepada Maria, ibu Yesus menjadi devosi yang kuat dilantunkan, khusus umat Katolik. Tak jarang untuk umat mendaraskan doa kepada Bunda Maria secara

ELVIS BARUKCIC / AFP
Seorang peziarah berdiri di dekat patung Bunda Maria pada 15 Mei 2017 di kota Medjugorje, Bosnia selatan. Paus Fransiskus pada 13 Mei 2017 menyatakan keraguan serius mengenai penampakan harian yang dilaporkan dari Perawan di Medjugorje di Bosnia, sebuah situs yang menarik satu juta peziarah setiap tahun. 

Bunda Maria akan senantiasa mendekatkan kita pada Kristus.

Sejak dari permulaan Bunda Maria mengenal-Nya; ia menjadi saksi atas hidup, wafat dan kebangkitan Kristus.

Tidakkah Bunda Maria akan membantu kita untuk lebih mengenal Putra-nya dan misteri hidup-Nya?

Kita mengandalkan belas kasih Bunda Maria kepada kita seperti yang ia lakukan bagi pasangan pengantin di Kana, di Galilea.

Kita mempercayakan segala kebutuhan kita kepada Bunda Maria.

Pada akhir abad ke-16, kebiasaan mendaraskan 150 Salam Maria dalam suatu rangkaian doa atau perpuluhan menjadi populer di kalangan umat Kristiani.

Dalam doa-doa tersebut, peristiwa-peristiwa hidup, wafat dan kebangkitan Yesus direnungkan.

Praktik doa itu sekarang dikenal sebagai Doa Rosario.

Bunda Maria senantiasa menjadi teladan iman dan pelindung orang-orang Kristen yang percaya.

Ketika Malaikat Gabriel datang kepadanya, ia percaya akan warta yang disampaikan malaikat dan tetap teguh pada imannya tanpa ragu sedikit pun meskipun harus melewati pencobaan gelap Kalvari.

Bunda Maria mendampingi kita juga yang adalah saudara dan saudari Putra-nya, sepanjang ziarah kita di dunia yang penuh dengan kesulitan dan mara bahaya.

Selama berabad-abad telah banyak umat Kristiani mengakui bahwa doa Salam Maria merupakan sumber rahmat rohani.

Setiap orang beriman Kristiani yang bersedia mempelajari Kitab Suci secara utuh tentu akan dapat memahami peran Maria dalam tata penyelamatan manusia.

Doa Salam Maria alinea pertama adalah salam dari Malaekat, dan salam dari bunda Elisabeth.

Dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah, Asal Mula dan Tujuan Hidup kita, dengan pengantaraan Kristus, dalam persekutuan Roh Kudus.

Fungsi kepengantaraan Kristus utuh, karena Ia adalah "Firman Allah" (mewakili Allah) dan sekaligus "Yang tinggal di tengah kita" (mewakili manusia).

Dan kepengantaraan Maria dalam doa terjadi karena ia adalah seorang manusia di antara kita.

Dalam berdoa kita berdoa bersama Maria yang menyampaikan doa-doa kita kepada Allah dengan pengantaraan Kristus dalam persekutuan Roh Kudus.

Makin rumitkah? Mudahnya, kalau kita mencintai Anak, kita juga mencintai Ibu-Nya.

Doa yang singkat dan sederhana ini membutuhkan 15 abad untuk sampai pada bentuknya yang sekarang.

Begini terjadinya:

Yang pertama mengucapkan sebagian doa itu ialah malaikat Gabriel.

Kemudian ada bukti-bukti bahwa sekurang-kurangnya sejak abad ke-6 umat Kristen mulai mengucapkan kata-kata malaikat itu, sebagai penghormatan bagi ibu Yesus.

Kata-kata itu berbunyi: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu".

Kata-kata ini mirip bahkan sama artinya dengan kata-kata malaikat dalam Injil: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau" (Luk.1:28).

Jadi waktu itu orang suka berdoa: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu."

Enam abad kemudian, dalam abad ke-12, kata-kata dari Elisabet sewaktu mendapat kunjungan dari Maria ditambahkan ke dalam doa singkat itu.

Kata-kata itu berbunyi "Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu."

Ungkapan ini menterjemahkan seruan Elisabet: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu" (Luk.1:48).

Maka sejak saat itu, kurang lebih 800 tahun yang lalu, orang biasa berdoa: "Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.

Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu. Amin."

Kemudian ditambahkan lagi kata Yesus, menjadi ".....buah tubuhmu Yesus".

Dan selesailah sesudah kurang lebih 12 abad bagian pertama dari doa "Salam Maria"

Bagian ke-2 dari doa "Salam Maria" mendapatkan bentuknya yang sekarang dalam waktu 3 sampai 4 abad.

Mulai abad ke-13, ada penambahan-penambahan pendek.

Di satu daerah orang berdoa: "... Santa Maria , doakanlah kami. Amin". Di tempat lain orang berdoa: "..D

oakanlah kami yang berdosa ini. Amin". Dan beberapa variasi lain lagi.

Doa selengkapnya, dalam bentuknya yang sekarang ini, baru diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius V pada tahun 1568, 4 abad yang lalu.

Demikianlah sejarah singkat doa Salam Maria yang kita kenal.

Ternyata sarat akan tradisi yang suci, diucapkan ribuan kali oleh jutaan orang beriman yang mendahului kita, yang mengungkapkan cinta mereka akan Bunda Maria dan melalui doa ini menaruh harapannya kepada Bunda Allah.

Ave Maria

A VE Maria, gratia plena, Dominus tecum. Benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Iesus.

Sancta Maria, Mater Dei,

ora pro nobis peccatoribus, nunc, et in hora mortis nostrae.

Amen.

Salam Maria

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria, bunda Allah,

doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati.

Amin.

Sumber: imankatolik.or.id

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved