Breaking News:

Sekda Sintang Harap Perempuan Dilibatkan dalam Perencanaan dan Pengelolaan Hutan di APL

pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kepada desa-desa yang telah mendapat penetapan Hutan Ekobudaya dan Hutan Tutupan di Sintang

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sektetaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah membuka Training of Trainer Penyusunan Peraturan Desa Tentang Perencanaan Dan Pengelolaan Areal Berhutan Di Area Penggunaan Lain di Kabupaten Sintang pada Senin, 13 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan desa memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional karena berbagai jenis kebijakan pembangunan nasional akan bermuara pada pembangunan di desa.

Oleh karena itu, pemerintahan desa menjadi ujung tombak pelaksanaan pembangunan di Indonesia.

"Terkait dengan hal tersebut, maka setiap desa memiliki kebutuhan untuk membuat peraturan di tingkat desa. Peraturan desa ini akan berperan dalam perencanaan dan implementasi program-program pembangunan di desa,” kata Yosepha saat membuka Training of Trainer Penyusunan Peraturan Desa Tentang Perencanaan Dan Pengelolaan Areal Berhutan Di Area Penggunaan Lain di Kabupaten Sintang pada Senin, 13 September 2021.

Menurut Yosepha, pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kepada desa-desa yang telah mendapat penetapan Hutan Ekobudaya dan Hutan Tutupan di Kabupaten Sintang.

Yosepha Hasnah Ajak Semua Pihak Jaga Kerukunan dan Kedamaian Kabupaten Sintang

Hutan Ekobudaya dan Hutan Tutupan merupakan inovasi Kabupaten Sintang dalam pengelolaan area berhutan yang berada di APL dan keberadaannya dipertahankan oleh masyarakat.

"Bupati Sintang telah mengeluarkan surat keputusan dan penetapan atas pengajuan masyarakat untuk mempertahankan keberadaan areal berhutan di APL pada wilayah desa sejak tahun 2017. Penetapan ini sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten dalam mengelola lahan, termasuk areal berhutan, di APL," jelasnya.

Tujuannya dari pelatihan ini, agar pemerintah desa dan masyarakat dapat melindungi sumber daya alam hayati yang memiliki nilai konservasi tinggi berdasarkan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat.

Yosepha berharap kegiatan pelatihan ini dapat menjadi kesempatan peningkatan kapasitas aparat desa dan masyarakat. Peserta yang ikut diharapkan bisa menjadi fasilitator lokal yang dapat membagikan ilmunya kepada warga yang lain.

Yosepha berpesan agar Pemerintah Desa dapat membuat peraturan di tingkat desa melalui proses partisipatif yang melibatkan kelompok-kelompok di masyarakat, termasuk perempuan. Yosepha juga mengingatkan adanya peran kaum perempuan dalam menggunakan dan mengakses sumber daya alam dan hutan.

“Pemerintah desa perlu melibatkan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk perempuan. Disadari bahwa perempuan memiliki peranan dalam menggunakan dan mengakses sumber daya alam dan hutan secara langsung. Oleh karena itu, perempuan hendaknya juga dilibatkan sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam proses-proses perencanaan dan pengambilan keputusan, termasuk dalam perencanaan dan pengelolaan hutan di APL,” harap Yosepha Hasnah

Yosepha menyadari, belum semua desa di Kabupaten Sintang memiliki kemampuan teknis dalam menyusun peraturan desa yang baik. Masih banyak desa yang memiliki keterbatasan dalam menyusun peraturan desa secara mandiri dan mengakses layanan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas teknis perangkat desa mereka.

Hal ini tentu berdampak pada kualitas perencanaan dan pengelolaan pembangunan di desa.

Padahal untuk mencapai hasil yang maksimal, pemerintah desa dan masyarakat selayaknya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup dalam menyusun peraturan desa sesuai dengan kaidah perundang-undangan yang berlaku.

"Kita ketahui bahwa terdapat banyak sekali potensi sumberdaya alam dan hutan yang berada di sekitar desa. Beberapa desa yang berdampingan dengan areal berhutan di APL di Kabupaten Sintang sebagian telah melakukan upaya pengelolaan, baik perlindungan maupun pemanfaatan, yang berdampak pada kelestarian areal berhutan di sekitar desa," tukasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved