Breaking News:

Masyhudi Imbau Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri Jika Menemukan Aliran menyimpang

Bilamana ada aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang, ia menghimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dengan berbuat anarkis, yang malah ak

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Jumasani
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr Masyhudi mengisi materi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Temu Konsultasi Tokoh Agama Islam yang dilaksanakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Jalan Sidas, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 13 September 2021. Dr Masyhudi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bijak menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat khususnya terkait aliran kepercayaan yang ada di tengah - tengah masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Masyhudi menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bijak menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat khususnya terkait aliran kepercayaan yang ada di tengah - tengah masyarakat.

Bilamana ada aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang, ia menghimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dengan berbuat anarkis, yang malah akan menimbulkan masalah baru, Dr. Masyhudi berpesan untuk menyerahkan seluruhnya ke aparat penegak hukum serta pemerintah untuk menanganinya.

Hal ini disammpaikan Dr. Masyhudi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Temu Konsultasi Tokoh Agama Islam yang dilaksanakan Kantor Wilayah kementrian Agama Provinsi Kalbar di Hotel Grand Mahkota Pontianak, senin 13 september 2021.

Kajati Kalbar Apresiasi Aksi Masyarakat Dukung Percepatan Penanganan Korupsi di Kalimantan Barat

Kajati Kalbar Dr. Masyhudi menyampaikan, Kejaksaan merupakan pimpinan dari Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan), Kejaksaan Agung merupakan pimpinan dari Tim Pakem Nasional, serta Kejaksaan Tinggi merupakan pimpinan di Provinsi begitu pula Kejaksaan Negeri yang merupakan pimpinan tim Pakem di Kabupaten / Kota.

Tim tersebut merupakan tim pengawas menerima dan menganalisa laporan dan/atau informasi tentang aliran kepercayaan atau aliran keagamaan, meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketentraman umum.

Masyhudi mengungkapkan, terdapat 14 aliran kepercayaan diluar 6 agama yang di akui pemerintah, yang diawasi ketat oleh tim Pakem Kalimantan Barat, agar tidak melakukan tindakan menodai agama yang ada, sesat, menghina, maupun bertentangan dengan ajaran yang ada.

"Islam, Protestan, katolik, Budha, Hindu, Konghucu merupakan 6 agama yang diakui oleh Pemerintah Indonesia, sehingga bila ada kepercayaan lain yang mengaku agama padahal ajarannya menyimpang, jelas itu bukan agama yang di akui dan tidak boleh menggunakan simbool - simbol agama,''tuturnya.

Kendati demikian, ia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak main hakim sendiri bila atau bertindak anarkis bila menemukan hal tersebut, ia menghimbau agar masyarakat menyerahkan seluruhnya ke pemerintah.

"walau bagaimanapun ini tetap harus kita rangkul, agar mereka kembali ke ajaran yang benar, saya menghimbau kepada masyarakat yang masuk kedalam aliran menyimpang untuk kembali ke ajaran yang sesungguhnya, dan saya berharap kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri,"pesannya. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved