Breaking News:

Kasubdit Pemantauan Sumber Daya Hutan Judin Purwanto Apresiasi Pemkab Sintang Jaga Hutan di APL

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, KLHK selaku National Project Director Kalimantan Forest Project yang diwakili oleh Kasubdit P

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pemerintah Kabupaten Sintang dengan dukungan Kalimantan Forest (KalFor) Project melaksanakan pelatihan Penyusunan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Hutan di Area Pengunaan Lain (APL) di Kabupaten Sintang. KalFor Project merupakan proyek yang dikembangkan oleh Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan pendanaan dari Global Environmental Facility (GEF) United Nations Development Program (UNDP). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, KLHK selaku National Project Director Kalimantan Forest Project yang diwakili oleh Kasubdit Pemantauan Sumber Daya Hutan, Judin Purwanto menyampaikan penghargaan pada komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, dalam menjaga hutan di APL yang dituangkan dalam Draft Peraturan Bupati tentang Pedoman Tata Cara Pengusulan dan Penetapan Pengelolaan Areal Penggunaan Lain Berhutan Oleh Masyarakat di Kabupaten Sintang.

Judin berharap, draft Peraturan Bupati ini diharapkan segera dapat diimplementasikan untuk menjaga areal berhutan di APL seluas kurang lebih 35.608 Ha oleh masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

"Sebagaimana diketahui Undang-Undang Cipta Kerja No.11 tahun 2020 yang telah disahkan memandatkan untuk mempertahankan kecukupan luas kawasan hutan dan penutupan hutan guna pengoptimalan manfaat lingkungan, manfaat sosial, dan manfaat ekonomi masyarakat setempat," kata Judin saat menghadiri pelatihan Penyusunan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Hutan di Area Pengunaan Lain (APL) di Kabupaten Sintang secara virtual, Senin 13 September 2021.

Sekda Sintang Harap Perempuan Dilibatkan dalam Perencanaan dan Pengelolaan Hutan di APL

Judin Purwanto juga menyambut baik penyelenggaraan pelatihan Penyusunan Peraturan Desa untuk Perencanaan dan Pengelolaan Areal Berhutan di APL ini dalam mendukung upaya masyarakat mendapatkan legalitas untuk dapat mengelola hutan di sekitarnya dengan lebih baik. Diharapkan dengan adanya Perdes, mekanisme insentif yang inovatif dapat dikembangkan.

Sebab menurutnya, melalui pelatihan penyusunan Peraturan Desa ini diharapkan bisa mendorong prakarsa, gerakan dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi dan asset desa termasuk Area Pengunaan Lain Berhutan, bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Materi yang diberikan akan meliputi seluruh aspek dalam proses penyusunan Peraturan Desa, meliputi pengetahuan dasar tentang jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia hingga ke tingkat desa serta prinsip dan prosedur pembentukan peraturan di desa. Selain itu terdapat pula materi pengarusutamaan gender pada kegiatan menjaga hutan di APL, utamanya dalam pengembangan mekansme insentif inovatif," ungkap Judi. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved