Breaking News:

Plt Kadiskes dan KB Bengkayang Tanggapi Terkait Ditemukan Kluster Mahasiswa di Bengkayang

Kemudian, Made menyebut setelah dilalukan Swab Antigen hasilnya Negatif, kemudian ditemukan ada yang sakit dengan kondisi demam dan batuk. Setelah dil

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara mengonfirmasi terkait ditemukan kluster Mahasiswa di Kabupaten Bengkayang.

Made menyampaikan, bahwa salah satu kampus di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, ditemukan kasus terkonfirmasi.

"Betul, Kampus Shanti Bhuana Bengkayang kemarin banyak yang positif. Padahal sebelum mulai kuliah, mereka sudah di Swab Antigen terlebih dahulu, semua hasilnya negatif," terang Made, Minggu 12 September 2021.

Kemudian, Made menyebut setelah dilalukan Swab Antigen hasilnya Negatif, kemudian ditemukan ada yang sakit dengan kondisi demam dan batuk. Setelah dilakukan, uji Test ternyata ditemukan terkonfirmasi.

"Tapi kemudian, ada yang demam dan batuk, setelah dilakukan tes ternyata positif. Dengan adanya kasus ini terpaksa kampus ditutup kembali, 2 minggu kedepannya," ucapnya.

Kluster Mahasiswa di Kabupaten Bengkayang, Ratusan Mahasiswa Shanti Bhuwana Terpapar COVID-19

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang ini mengatakan bagi anak-anak yang sehat dipulangkan (negatif), sedangkan bagi anak-anak yang terkonfirmasi dengan CT tinggi diisolasi di Kampus dan CT Rendah diisolasi di Rumah Sakit Lapangan.

"Anak yang sehat dipulangkan, yang positif dengan CT tinggi diisolasi di kampus. Anak dengan CT rendah (8 orang) diisolasi di Rumah sakit lapangan," tambahnya.

Untuk diketahui, Ada revisi data dari Puskesmas Bengkayang, ada 138 kasus terkonfirmasi positif. Ada kasus positif saat screening pertama, karena ada yang positif 18 kasus, lalu dilakukan Tracing dengan anak lainnya. Barulah ditemukan tambahan 120 kasus, Jadi totalnya tercatat 138 kasus. (*)

(Simak berita terbaru dari Bengkayang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved