Breaking News:

Terdakwa Kasus Gratifikasi PETI di Sanggau Divonis 1,4 Tahun Penjara

Pidana Penjara 1 Tahun 4 Bulan penjara, Denda Rp 50 Juta subsider 3 bulan. Dakwaan yang terbukti kesatu subsidiair Pasal 11 UU Tipiko

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA/Kejari Sanggau.
Suasana sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Ahmad Yamin di PN Tipikor Pontianak, Kalbar, Kamis 9 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terdakwa kasus gratifikasi kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Tanjung Priuk, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Ahmad Yamin, divonis 1 tahun 4 bulan penjara  oleh majelis hakim di PN Tipikor Pontianak, Kalbar, Kamis 9 September 2021.

Sidang yang dilaksanakan secara daring dengan agenda pembacaan putusan tersebut dipimpin Hakim Ketua Richmond P B Sitoroes, didampingi dua hakim anggota, Asih Widiastuti dan Efendy Hutapea. Dan Terdakwa mengikuti sidang dari Rutan Kelas II B Sanggau.

Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau, Tengku Firdaus membenarkan terkait putusan 1 tahun 4 bulan penjara terhadap terdakwa tersebut. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini sama dengan tuntutan JPU.

Aktivitas PETI Cemari Lingkungan, Polres Singkawang Amankan Dua Pelaku

"Pidana Penjara 1 Tahun 4 Bulan penjara, Denda Rp 50 Juta subsider 3 bulan. Dakwaan yang terbukti kesatu subsidiair Pasal 11 UU Tipikor," katanya melalui telpon selulernya, Jumat 10 September 2021.

Atas putusan tersebut, lanjut Kajari, Sikap terdakwa atau penasehat hukum masih Pikir-pikir. Begitu juga dengan sikap JPU masih Pikir-pikir. 

Sebelumnya diberitakan beberapa waktu yang lalu, Penyidik Kejaksaan Negeri Sanggau menetapkan inisial AY, Oknum Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Inggis sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Tanjung Priuk, Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Tersangka AY diduga telah menerima hadiah dalam bentuk barang berupa uang sebesar Rp 227.000.000 dari pihak pengelola PETI.

Uang tersebut diduga diterima dari para pengurus 42 penambang yang melakukan kegiatan eksplorasi emas di Dusun Tanjung Priuk, Desa Inggis sekira bulan Desember 2020 sampai dengan maret 2021.

[Update Berita Seputar Kabupaten Sanggau]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved